RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun bernama Mainaka hanyut terseret arus Kali Jambe di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Sejak kemarin hingga Rabu (14/1), Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian di tengah rintik gerimis.
Koordinator Unit Siaga SAR Bekasi, Erdi Jatmiko, mengatakan peristiwa nahas itu bermula ketika korban sedang bermain kayu di pinggiran bantaran Kali Jambe. Keceriaan sore itu berubah menjadi kepanikan ketika korban diduga terpeleset.
“Diduga korban terpeleset dan terjatuh ke aliran sungai hingga akhirnya hanyut terbawa arus,” ucap Erdi, Rabu (14/1).
Setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Sejak Rabu pagi, posko pencarian kembali diaktifkan. Operasi dilakukan secara lebih masif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah hingga belasan organisasi relawan kemanusiaan.
“Upaya pencarian secara optimal kami lakukan dari pagi tadi dengan mengerahkan seluruh unsur SAR gabungan dan sarana pendukung yang ada di lokasi,” tambahnya.
Penyisiran dilakukan melalui jalur darat maupun air, melibatkan puluhan organisasi kemanusiaan dan relawan. Di permukaan air, petugas menggunakan perahu karet dan kano untuk memeriksa setiap ceruk sungai. Sementara itu, tim darat menyusuri tepian sungai yang terjal untuk mencari korban secara visual.
“Pencarian secara visual melalui jalur darat juga dilakukan di bantaran Kali Jambe hingga radius dua KM dari lokasi kejadian,” terang Erdi.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih berjibaku dengan kondisi lapangan. Curah hujan yang tinggi dan derasnya debit air Kali Jambe menjadi salah satu hambatan. Warga sekitar pun tampak memadati beberapa titik jembatan untuk membantu memantau proses pencarian. (ris)











