Berita Bekasi Nomor Satu

Hilang Sejak Desember, Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ridhan Ali Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia

Syafiq yang menjadi korban hilang Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Foto: Kollase/Istimewa, TikTok @perdanaexplore

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap pendaki Gunung Slamet bernama Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya membuahkan hasil. Pada Rabu (14/1), Tim SAR memastikan bahwa pemuda berusia 18 tahun tersebut telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini, jenazah Ali tengah dievakuasi dari lokasi penemuan.

Meski belum mengeluarkan pernyataan resmi secara tertulis, Kantor SAR Semarang telah mengonfirmasi kebenaran informasi yang sebelumnya beredar luas di media sosial. Informasi penemuan tersebut juga disampaikan melalui unggahan akun Instagram @slametviabambangan.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa lokasi ditemukannya Ali berada di lereng puncak sebelah selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan jalur Baturaden.

“Alhamdulillah, survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden,” tulis pengelola akun tersebut.

Usai ditemukan, jenazah Ali langsung dievakuasi oleh Tim SAR gabungan. Dalam sejumlah dokumentasi video yang beredar luas di media sosial, terlihat para personel SAR terus berkoordinasi menggunakan alat komunikasi walkie talkie. Melalui komunikasi tersebut, disampaikan bahwa survivor telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Tarik mundur pergerakan, survivor (Syafiq) sudah ditemukan,” ujar salah seorang petugas melalui walkie talkie.

Kabar tersebut langsung disambut rasa haru dan syukur oleh para relawan yang sejak awal terlibat dalam pencarian. Dalam video yang diunggah akun TikTok @mountnesia, terdengar para relawan mengucap syukur meski diliputi kesedihan.

Baca Juga: Viral Aksi Pencurian Handphone di Mal Bekasi

“Alhamdulillah ya Allah,” ucap sejumlah relawan yang terekam dalam video tersebut.

Diketahui sebelumnya, berdasarkan pemberitaan Radar Jember (Jawa Pos Group), operasi pencarian resmi oleh Tim SAR sebenarnya telah dihentikan pada 7 Januari lalu. 

Meski demikian, pencarian tidak sepenuhnya berhenti. Sejumlah relawan dari berbagai organisasi tetap melanjutkan operasi SAR secara mandiri dengan berkoordinasi bersama pihak basecamp Gunung Slamet.

Sebelum dinyatakan hilang dan akhirnya ditemukan meninggal dunia, Ali diketahui melakukan pendakian ke Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Ia mendaki bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, dengan rencana pendakian pulang pergi tanpa bermalam.

Namun dalam perjalanan, Himawan mengalami cedera pada bagian kaki. Ali kemudian memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Sejak saat itu, Ali hilang kontak dan tidak pernah kembali ke lokasi rekannya. Sementara Himawan berhasil ditemukan oleh Tim SAR pada Selasa, 30 Desember 2025, di Pos 9 dalam kondisi lemas.

Berdasarkan catatan, Tim SAR telah memulai pencarian terhadap kedua pendaki tersebut sejak Minggu, 28 Desember 2025. Tragedi yang menimpa Ali pun meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga dan warga Kota Magelang, tempat asal almarhum.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, bahkan sempat memberikan dukungan moril dan materiil kepada keluarga Ali. Diketahui, Ali merupakan putra dari salah satu staf Pemerintah Kota Magelang.

Baca Juga: Target Investasi 2026 di Kabupaten Bekasi Rp73,2 Triliun

“Kami turut prihatin atas musibah tersebut. Ananda Ali adalah putra dari staf kami yang ada di Pemkot Magelang. Tentu ini menjadi kesedihan yang mendalam,” ujar Damar, seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Magelang.

Dengan ditemukannya Ali, rangkaian panjang pencarian pendaki Gunung Slamet tersebut akhirnya berakhir, meninggalkan duka sekaligus pelajaran penting tentang keselamatan dalam aktivitas pendakian. (ce2)