RADARBEKASI.ID, BEKASI – Struktur kepengurusan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bekasi resmi berganti, mulai dari posisi ketua hingga jajaran pengurusnya, setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) pada Minggu (7/9/2025) lalu. Pergantian ini merupakan bagian dari kaderisasi dan regenerasi lima tahunan.
“Kalau kepengurusan DPD semua berubah, karena memang ini regenerasi lima tahunan. Selain perintah AD/ART bahwa setiap lima tahun harus berganti, ini juga adalah tujuan dari kaderisasi, regenerasi kepemimpinan,” ujar Sekretaris DPD PKS Kota Bekasi, Adhika Dirgantara, kepada Radar Bekasi, Senin (12/1).
Legislator Kota Bekasi ini menambahkan, pergantian kepengurusan juga sejalan dengan target politik partai, yaitu mempertahankan raihan kursi terbanyak DPRD dan menempatkan kader PKS sebagai kepala daerah. Sebelumnya, PKS Kota Bekasi sukses menutup Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dengan raihan kursi terbanyak.
“Jadi itu adalah target yang sudah menjadi sebuah kemestian. Semua partai saya rasa targetnya begitu, punya kepala daerah, kemudian menang pemilu, kursi DPRD banyak. Tentu PKS juga mengambil peran itu,” ungkapnya.
Memasuki 2026, Adhika memastikan pengurus partai di tingkat kecamatan maupun kelurahan akan fokus pada pelayanan publik. Diharapkan, kader PKS dapat lebih memahami kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan persoalan sosial lainnya.
“Teman-teman di kecamatan, kelurahan, pengurus-pengurus partai ini kita tugaskan untuk melakukan pelayanan publik. Jadi kita fokus bagaimana bisa melayani masyarakat seluas-luasnya. Kita mengambil peran disitu,” ungkapnya. (pra)











