RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sekretaris DPD PKS Kabupaten Bekasi, Taufik Saleh, menanggapi kasus yang menimpa Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang sebagai ujian bersama.
Atas kejadian tersebut, Taufik mendorong agar semua pihak berbenah. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi yang besar harus benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Kita jagalah, kan ini kejadian enggak kita duga, enggak kita harapkan. Tapi karena ini menjadi fakta politik dan menjadi fakta hukum, ya kita berharap menjadi momentum untuk kebaikan semua, APBD yang besar harus digunakan untuk kemaslahatan masyarakat secara umum,” ungkapnya.
Diketahui, pada penghujung 2025, Kabupaten Bekasi dihebohkan dengan penangkapan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap ijon proyek.
PKS sempat nyaris berkoalisi dengan PDIP pada Pilkada 2024 lalu, dengan mengusung pasangan Ade Kuswara Kunang – Budi Muhammad Mustafa (Ade Berbudi). Meski awalnya ramai menjadi bakal calon kepala daerah, pasangan ini akhirnya berubah menjelang pendaftaran.
DPC PDI Perjuangan kemudian berkoalisi dengan Partai Buruh dan mengusung pasangan Ade Kuswara Kunang – Asep Surya Atmaja, sementara DPD PKS berkoalisi dengan DPC Gerindra, mengusung pasangan calon BN Holik Qodratulloh – Faizal Hafan Farid. Budi Muhammad Mustafa tetap melanjutkan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD.
Menanggapi perubahan tersebut, Taufik menegaskan bahwa hal itu sudah menjadi takdir. Saat ini, fokus PKS adalah menata kembali Kabupaten Bekasi dan membuka diri untuk bekerja sama dengan siapa pun.
“Kita enggak mau berandai-andailah, takdirnya sudah kayak gitu, kita tata saja lebih baik Kabupaten Bekasi, PKS siap bekerjasama dengan siapapun,” pungkasnya. (pra)











