Berita Bekasi Nomor Satu

SDN Hurip Jaya 02 Babelan Terendam Selama Empat Hari

BANJIR: Guru berada di SDN Hurip Jaya 02 Babelan yang banjir, Selasa (13/1). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir merendam SDN Hurip Jaya 02, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, selama empat hari terakhir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 40 cm. Hingga Selasa (13/1), air belum juga surut.

Kepala SDN Hurip Jaya 02, Wahyudin, mengatakan bahwa akibat banjir ini kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara. Sebanyak 130 siswa terpaksa belajar dari rumah, karena halaman sekolah, ruang kelas, dan ruang guru yang berada di lantai satu terendam air.

“Kami sudah empat hari terendam banjir. Anak-anak terpaksa kami liburkan dan belajar dari rumah. Padahal rumah mereka pun ikut kebanjiran,” kata Wahyudin, Selasa (13/1).

Banjir yang belum surut ini juga membuat mebel di ruang-ruang kelas mengambang dan berpotensi rusak. Kondisi terparah terjadi di bangunan kelas lama, di mana perabotan masih berbahan kayu. Kerusakan diperparah oleh atap ruang kelas yang bocor, sehingga air hujan mudah masuk ke dalam.

BACA JUGA: Ratusan Rumah Warga Kampung Paljaya Terendam Banjir

Wahyudin menambahkan, dirinya bersama para guru saat ini tengah berupaya menyelamatkan dokumen-dokumen penting agar tidak rusak atau hilang terbawa banjir.

“Dokumen-dokumen sekolah terendam semua. Kami sedang berupaya melakukan pembenahan seadanya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hurip Jaya, M. Yakub, mengungkapkan bahwa sekitar 1.000 kepala keluarga di desanya terdampak banjir sejak dua hari lalu.

“Ada sekitar kurang lebih 1.000 KK yang terdampak banjir meliputi empat RT. Sejumlah masyarakat juga sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tutur Yakub.

Untuk mengantisipasi munculnya penyakit akibat banjir dan cuaca ekstrem, pihak desa telah berkoordinasi dengan Puskesmas Babelan.

BACA JUGA: Pasca Hujan Deras, Kelurahan Kalibaru Petakan Titik Rawan Banjir

“Ini baru dua hari. Kita akan tingkatkan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir dengan menggandeng pihak Puskesmas Babelan 2,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mencatat terdapat 12 titik banjir di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan. Ia menambahkan, banjir yang terjadi di Kabupaten Bekasi juga mengakibatkan tanggul di wilayah Sukamulya dan Sukatani jebol, sehingga air dengan mudah masuk ke pemukiman warga.

“Salahsatu penyebab utama banjir adalah tanggul yang tidak mampu menahan debit air yang tinggi, sehingga terjadi jebol di beberapa titik di wilayah Sukatani dan Sukamulya,” ucap Muchlis.

Saat ini, perbaikan tanggul tengah dilakukan. Kendati sebagian besar banjir di Kabupaten Bekasi sudah mulai surut, Muchlis mengimbau masyarakat yang tinggal di lokasi rawan banjir agar tetap waspada selama puncak musim hujan pada Januari 2026.

“Kami sudah menyampaikan mitigasi kepada masyarakat. Mengingat saat ini masih puncak musim hujan, warga kami imbau melakukan evakuasi mandiri jika kondisi tidak memungkinkan, serta menyiapkan dokumen penting untuk dibawa apabila terjadi luapan banjir,” pungkasnya. (ris)