RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir masih merendam 13 desa di Kabupaten Bekasi hingga Rabu (14/1). Meski demikian, belum ada laporan warga yang mengungsi.
Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, 13 desa tersebut tersebar di empat kecamatan. Di antaranya, Desa Buni Bakti, Desa Muara Bakti, Desa Hurip Jaya, dan Kedung Pengawas di Kecamatan Babelan.
Kemudian, Desa Segaramakmur di Kecamatan Tarumajaya, serta Desa Sindangjaya, Lenggahjaya, Lenggahsari, Setialaksana, Jayalaksana, dan Setiajaya di Kecamatan Cabangbungin. Juga Desa Jayasakti dan Pantai Harapan Jaya di Kecamatan Muaragembong.
Banjir yang terjadi sejak Senin (14/1) ini berdampak pada 6.250 Kepala Keluarga (KK). Dalam catatan BPBD, Kecamatan Cabangbungin menjadi wilayah yang paling banyak terdampak.
Sementara Desa Huripjaya di Babelan menjadi titik paling parah, dengan ketinggian air mencapai 100 centimeter. Di wilayah lain, rata-rata banjir memiliki tinggi muka air sekitar 40 centimeter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengungkapkan bahwa meski banjir sudah berlangsung tiga hari hingga Rabu, belum ada laporan warga yang mengungsi. Sebagian besar memilih bertahan di rumahnya.
“Sampai saat ini belum ada laporan pengungsian. Namun kami tetap siaga dan terus melakukan pendataan serta monitoring kondisi air,” ucap Dodi, Rabu (14/1).
Sejak Selasa kemarin, pihaknya sudah menyalurkan logistik kepada warga terdampak di sejumlah wilayah. Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi lain yang tergabung dalam klaster logistik.
“Kami terus berkoordinasi dengan kecamatan, desa, TNI-Polri, dan instansi teknis lainnya untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, seperti bantaran sungai, untuk tetap waspada dan menjauhi pepohonan saat hujan. Masyarakat juga diingatkan waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang yang dapat memicu bahaya.
“Yang terpenting tetap waspada dan terus mengikuti informasi perkembangan cuaca. Saat ini memang sudah memasuki puncak musim hujan, sehingga kewaspadaan bersama sangat diperlukan,” tutup Dodi. (ris)











