Berita Bekasi Nomor Satu

Ratusan Warga Desa Srimukti dan Desa Sriamur Tambun Utara Mengungsi Imbas Banjir

MENGUNGSI: Sejumlah warga terdampak banjir mengungsi di SDN Srimukti 01, Tambun Utara, Minggu (18/1). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan warga Desa Srimukti dan Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banjir besar yang melanda sejak Minggu (18/1) pagi. Warga yang mengungsi kini sangat membutuhkan dapur umum.

Luapan Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) ditambah curah hujan tinggi sejak Sabtu (17/1) malam menjadi pemicu utama banjir. Berdasarkan pantauan, banyak warga mengungsi di bantaran Jalan Kong Isah. Mereka memanfaatkan depan warung, rumah toko, hingga mendirikan tenda di pinggir jalan.

Selain itu, ratusan kendaraan roda dua dan empat dipindahkan ke lokasi aman. Tidak hanya permukiman, beberapa perumahan di sepanjang jalur tersebut juga terendam air.

Salahsatu titik pengungsian berada di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srimukti 01. Salahsatu warga terdampak, Aang (42), mengatakan air banjir datang sangat cepat.

“Jam 3 pagi kita sudah waspada, jam 5 air sudah naik. Jam 6 kita sudah harus keluar perumahan. Airnya datang cepat sekali, lebih cepat dan lebih tinggi dari banjir 2025 lalu,” ucapnya di lokasi pengungsian.

Di SDN Srimukti 01, ruang kelas digunakan warga untuk beristirahat. Mereka membawa perlengkapan tidur seadanya dari rumah. Sebagian yang tidak membawa karpet tidur menggunakan meja sebagai alas tidur. Sementara warga yang membawa karpet memilih istirahat di lantai.

“Ngungsi dari pagi. Di rumah air naik 1,5 meter, dan terus merangkak,” tambah Aang.

Ketinggian air di rumah warga dilaporkan mencapai 1,5 meter dan masih terus naik hingga siang. Pada sore hari, luapan Kali CBL juga masih menguasai gang-gang dan rumah warga.
Kecepatan arus membuat banyak warga tak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Warga membutuhkan makan hingga selimut.

“Yang dibutuhkan sekarang makanan, pakaian, selimut, pampers. Soal barang-barang, sudah pasrah,” ungkap Aang. (ris)