RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meningkatnya debit air Sungai Citarum menyebabkan tanggul di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, jebol pada Selasa (20/1) dini hari.
Peristiwa tersebut mengakibatkan ratusan kepala keluarga terdampak banjir. Bahkan, dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan air.
Camat Muaragembong, Sukarmawan, mengatakan tanggul jebol sekitar pukul 00.30 WIB. Ia menjelaskan, sebelum jebol, warga bersama anggota Koramil, Polsek, dan perangkat desa telah melakukan upaya penanganan darurat secara gotong royong. Namun, derasnya arus Sungai Citarum membuat tanggul darurat yang bersifat sementara tidak mampu menahan tekanan air.
BACA JUGA: https://radarbekasi.id/2026/01/20/tanggul-sungai-citarum-di-muaragembong-bekasi-jebol/
”Warga sudah berjibaku menahan dengan material seadanya, karung dan bambu yang diupayakan kepala Desa Pantai Bakti. Namun, dorongan air Sungai Citarum sangat dahsyat, tidak seimbang dengan tanggul yang bersifat sementara tersebut,” ucap Sukarmawan, Selasa (20/1).
Menurutnya, panjang tanggul yang jebol sekitar enam meter. Ketinggian air bervariasi, di sekitar tanggul jebol RT 03 RW 05 Desa Pantai Bakti mencapai selutut orang dewasa. Berdasarkan data sementara, ratusan kepala keluarga di Desa Pantai Bakti terdampak banjir.
“Sementara dari kepala Desa Pantai Bakti ini hampir 167 KK dari satu RT,” ujarnya.
Selain Desa Pantai Bakti, banjir juga melanda Desa Pantai Bahagia akibat luapan Sungai Citarum. Di Desa Pantai Harapan Jaya, banjir terjadi karena luapan Sungai Ciherang yang menggenangi Kampung Penombo dan Begedor. Adapun banjir di Desa Pantai Sederhana disebabkan kiriman air dari anak Sungai Citarum yang melintas di wilayah tersebut. Hingga kini, pendataan jumlah warga terdampak masih terus dilakukan. Saat ini, pihak kecamatan menyiapkan lokasi pengungsian sebagai langkah antisipasi apabila banjir terus berlanjut hingga malam hari. (ris)











