RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan warga terdampak banjir di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, mendapat Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (20/1) siang.
Program MBG, yang biasanya ditujukan untuk anak sekolah, kali ini sepenuhnya dialihkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi warga yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum.
Ketua TP PKK Desa Pantai Bakti, Ika Swastika, menjelaskan bahwa pada hari pertama pendistribusian, pihaknya telah menyalurkan sekitar 500 paket makanan di tiga titik lokasi banjir.
BACA JUGA: Banjir Berulang di Kabupaten Bekasi Butuh Komitmen Penataan Ruang
Satu titik berada di Kampung Bendungan, sedangkan dua titik lainnya berada di Kampung Kebun Bokor. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pantai Bakti.
“Ini baru pertama kali, karena memang jebolnya itu baru semalam. Hari ini pendistribusi untuk warga terdampak banjir. Barusan kita sudah mendistribusikan kurang lebih 500 porsi di tiga titik lokasi banjir, ” ucap Ika.
Ika menambahkan bahwa paket makanan yang dibagikan tetap mengedepankan standar gizi seimbang. Setiap hidangan terdiri dari nasi, telur, buah, serta sayur seperti tahu, wortel, dan tauge.
“Harapannya semoga sedikit bisa meringankan beban dari masyarakat kami. Mudah-mudahan, walaupun mungkin tidak seberapa, tapi bisa bermanfaat untuk masyarakat kami,” tambahnya.
BACA JUGA: SMPN 4 Cikarang Barat Kebanjiran, 1.032 Siswa Belajar Daring
Sementara itu, warga Kampung Bendungan, Isah (48), mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Ia menyebut seluruh anggota keluarganya kini mendapatkan jatah makan siang yang layak, sementara akses ke bahan pangan mulai terganggu karena banjir.
“Alhamdulillah, sekarang sudah dapat MBG. Bersyukur banget, sekeluarga saya berempat dapat. Tadi pagi kita cuma makan indomie karena tidak ada lauk, tukang sayur tidak lewat karena banjir. Mau cari makan keluar juga jauh harus naik motor, sedangkan jalanannya banjir,” kata Isah.
Ia berharap program MBG tetap hadir selama pemukiman mereka masih terendam.
Sementara itu, Camat Muaragembong, Sukarmawan, mengatakan bahwa langkah ini diambil karena kondisi darurat akibat banjir. Selain itu, aktivitas belajar mengajar di sekolah terhenti karena bangunan sekolah ikut terendam.
“Pada kondisi darurat ini, prioritas dialihkan kepada korban bencana banjir,” tandasnya. (ris)











