RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi, Muhamad Rochadi, menginstruksikan seluruh legislator Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bekasi untuk mengawal tiga program prioritas kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan.
“Sudah bukan penekanan lagi, tapi instruksi. Program kesehatan dasar, pendidikan dasar, dan ketahanan pangan harus menjadi skala prioritas di Kabupaten Bekasi,” ujar pria yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini, Rabu (21/1).
Ia mencontohkan, pada sektor kesehatan dasar, pelayanan serta fasilitas Puskesmas dan RSUD harus terus ditingkatkan. Sementara di bidang pendidikan, para legislator PKB didorong untuk memperjuangkan perbaikan fasilitas sekolah yang hingga kini masih belum layak.
Adapun pada sektor ketahanan pangan, Rochadi menekankan pentingnya upaya meningkatkan daya beli masyarakat melalui ketersediaan sembako murah. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pokok dan tidak lagi dihadapkan pada isu kelaparan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa program pembangunan lainnya juga tetap penting untuk diperjuangkan.
“Semua penting, tapi ini maha penting. Semua penting, ekonomi penting, penataan penting. Tapi kalau misalkan kita hanya berbicara makro, tapi mikronya tidak kita pikirkan, ambyar nanti. Justru berjalan itu dari mikro ke makro,” jelasnya.
“Kebutuhan yang paling masyarakat butuhkan itu apa sih hari ini?. Ya kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan,” sambungnya.
Terkait ketahanan pangan, Fraksi PKB mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga daerah saat ini fokus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga terjangkau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui realisasi Program Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) guna mendukung produktivitas sektor pertanian.
“Kita (Fraksi PKB) fokus, misalkan seperti Pak Huda (Anggota DPR RI Fraksi PKB) memberikan program P3A yang langsung ke masyarakat, langsung ke kelompok, air bisa mengalir sampai ke sawah. Kalau panennya berlimpah, otomatis belinya murah. Tapi kalau gagal panen pasti mahal. Bagaimana mau sembako murah, kalau misalkan di daerah kita enggak panen,” jelasnya.
“Kalau misalkan sekolah sudah gratis, kesehatan sudah gratis, sembako murah, tinggal apa lagi yang ditakutkan,” tambahnya. (adv/pra)











