Berita Bekasi Nomor Satu

Disdukcapil Kota Bekasi Imbau Warga Aktifkan IKD

Kepala Dukcapil Kota Bekasi Taufiq Rachmat Hidayat

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bekasi mendorong warga untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai langkah perlindungan dokumen kependudukan saat terjadi banjir.

Kepala Dukcapil Kota Bekasi Taufiq Rachmat Hidayat mengatakan, pengalaman banjir besar pada 2024 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Saat itu, banyak warga kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kependudukan akibat terendam banjir.

“Pada banjir besar 2024, kami membuka layanan on the spot di sejumlah titik terdampak. Dari situ kami belajar bahwa perlindungan dokumen harus dimulai dari sistem digital,” ujarnya, Kamis (22/1).

Melalui IKD, dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik, hingga akta kelahiran tersimpan secara digital di dalam telepon genggam warga.

Dengan demikian, meski dokumen fisik rusak atau hilang akibat banjir, data kependudukan tetap aman dan dapat diakses kapan saja.

Ia menjelaskan, transformasi digital di Dukcapil telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, Kartu Keluarga telah menggunakan tanda tangan elektronik, sementara sejak 2022 dokumen tersebut tidak lagi dicetak menggunakan kertas khusus dan dapat dicetak sesuai kebutuhan.

“Sekarang dokumen bisa dicetak di mana saja. Basis datanya sudah digital, dan IKD menjadi penguatnya,” jelasnya.

Terkait kondisi banjir yang terjadi saat ini, Dukcapil menilai dampaknya belum separah banjir besar 2024. Oleh karena itu, layanan administrasi kependudukan masih dapat dilakukan melalui kantor kecamatan jika terdapat kerusakan dokumen secara terbatas.

“Kalau kerusakan ringan atau parsial, layanan bisa dilakukan di kecamatan. Tidak terlalu sulit,” katanya.

Dukcapil berharap dengan semakin banyak warga yang mengaktifkan IKD, masyarakat tidak lagi kesulitan mengurus dokumen kependudukan saat menghadapi bencana banjir.

“Biasanya saat banjir, barang pertama yang diselamatkan warga adalah handphone. Di situlah seluruh dokumen kependudukan tersimpan melalui IKD,” tutupnya. (rez)