RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tekanan harga daging sapi akhirnya memaksa pedagang angkat pisau. Ratusan pedagang daging di pasar-pasar Kota Bekasi serentak mogok berjualan, menjeritkan mahalnya harga beli daging yang kian tak sebanding dengan daya beli masyarakat.
Aksi mogok yang sempat urung dilakukan awal Januari lalu itu akhirnya benar-benar terjadi. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turun langsung meninjau kondisi di Pasar Baru Bekasi Timur, salah satu pasar representatif di Kota Bekasi.
BACA JUGA: Pedagang Daging Sapi di Pasar Baru Bekasi Mogok Berjualan
“Pasar Baru Bekasi Timur ini merepresentasikan 11 pasar. Ada 319 kios daging yang hari ini melaksanakan mogok,” ujar Tri di sela peninjauan.
Tri menjelaskan, tingginya harga beli daging sapi, termasuk daging impor, menjadi pemicu utama mogok massal tersebut. Kondisi ini diperparah oleh melemahnya daya beli masyarakat, sehingga pedagang terjepit antara harga kulakan dan sepinya pembeli.
“Harapannya tentu pasokan daging ke pasar bisa diperbanyak, sehingga harga dapat ditekan dan kembali terjangkau,” katanya.
Hingga saat ini, Tri mengakui belum ada ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk daging sapi. Ketiadaan regulasi tersebut dinilai turut memperlebar gejolak harga di tingkat pasar dan membuat pedagang semakin tertekan. (sur)











