RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman mengungkap update terkini ketinggian muka air Kali Bekasi, berangsur normal, Sabtu (24/1/2026) pukul 10.00 WIB.
“Satu jam yang lalu ya, itu sudah 380. Sudah mendekati normal. Karena normalnya kan 350 ya dikit lagi sudah normal,” ujar Puarman saat dikonfirmasi radarbekasi.id, Sabtu.
Puarman mengatakan, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi yang dipengaruhi debit dari dua sungai utama, yakni Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas sempat mengalami siaga tiga dengan level tertinggi muka air mencapai 440 centimeter.
“DAS Kali Bekasi itu kan sumbernya dari sungai Cilengsi dan sungai Cikeas ya. Nah, untuk sungai Cileungsi itu sempat siaga empat, dengan tinggi tadi malam 140 cm. Kemudian untuk sungai Cikeas sempat di angka 210 itu sudah siaga tiga,” jelasnya.
BACA JUGA: Sembilan Kecamatan di Kota Bekasi Terendam Banjir Imbas Cuaca Ekstrem
“Nah, pertemuan Cileungsi dan Cikeas, atau titik nolnya di Kali Bekasi. Nah, titik nolnya Kali Bekasi, tertinggi tadi malam 440 cm,” sambungnya.
Selain itu, ia menegaskan banjir yang melanda Kota Bekasi dalam tiga hari belakangan ini, tidak sepenuhnya dipicu luapan Kali Bekasi. Melainkan dipicu intensitas hujan lokal yang tinggi serta ditambah buruknya drainase di berbagai wilayah.
“Banjir di Kota Bekssi itu bisa dikatakan bukan dampak dari Kali Bekasi yang meluap dari hulu sungai Bogor. Nggak. Itu lebih kepada hujan lokal, kemudian kali-kali yang lainnya kurang berfungsi,” pungkasnya. (cr1)











