Berita Bekasi Nomor Satu

Dispatch Bongkar Agensi Keluarga Cha Eun Woo, Dugaan Pajak Rp200 Miliar Jadi Sorotan

Dispatch Rilis Laporan Khusus Soal Dugaan Pajak Cha Eun Woo. Foto: Soompi

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Media Korea Dispatch baru-baru ini merilis laporan khusus yang menyoroti kronologi serta latar belakang agensi keluarga Cha Eun Woo di tengah isu dugaan penghindaran pajak. Laporan tersebut muncul seiring kabar bahwa aktor sekaligus member ASTRO itu tengah diselidiki oleh Dinas Pajak Nasional Korea Selatan.

Cha Eun Woo dilaporkan diduga memiliki tunggakan pajak dengan nilai mencapai 20 miliar Won, atau setara sekitar Rp200 miliar. Meski belum ada keputusan final, penyelidikan ini langsung menarik perhatian publik mengingat status Cha Eun Woo sebagai salah satu bintang Hallyu paling berpengaruh saat ini.

Mengutip laporan Dispatch yang dilansir Allkpop, Cha Eun Woo pertama kali mendirikan sebuah perusahaan perorangan bernama Cha Gallery pada 4 Juli 2019. Perusahaan tersebut tercatat secara resmi dengan Cha Eun Woo sebagai CEO. 

Dalam struktur internalnya, sang ibu menjabat sebagai direktur internal, sementara ayahnya bertanggung jawab sebagai manajer keuangan.

Cha Gallery bergerak di berbagai bidang, mulai dari manajemen artis, produksi album, perencanaan acara, hingga periklanan. Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini tercatat beberapa kali berpindah lokasi. Awalnya beroperasi di Anyang, kemudian pindah ke Gimpo pada 2020, hingga akhirnya menetap di Ganghwado pada 2022.

Lokasi terakhir tersebut menjadi sorotan tersendiri karena diketahui juga merupakan tempat restoran belut milik keluarga Cha Eun Woo. Keberadaan bisnis keluarga di lokasi yang sama memicu berbagai spekulasi publik, terutama setelah isu pajak mencuat.

Pada September 2020, posisi CEO Cha Gallery secara resmi dialihkan dari Cha Eun Woo kepada sang ibu. Dua tahun berselang, keluarga Cha Eun Woo kembali mendirikan perusahaan baru dengan bentuk limited liability company (LLC) bernama LNC, yang kemudian berganti nama menjadi The Annie pada 2024.

Berbeda dengan Cha Gallery, perusahaan berbentuk LLC ini tidak hanya menangani aktivitas hiburan, tetapi juga pengelolaan properti milik Cha Eun Woo. 

Baca Juga: Cha Eun-woo Dituduh Terlibat Penghindaran Pajak Rp230 Miliar, Fantagio Angkat Bicara

Dispatch menyoroti bahwa perubahan status perusahaan menjadi LLC memungkinkan agensi keluarga tersebut beroperasi tanpa kewajiban audit eksternal rutin serta tanpa keharusan mempublikasikan laporan keuangan secara terbuka.

Selain itu, struktur internal perusahaan sepenuhnya dijalankan oleh anggota keluarga inti, termasuk ibu, ayah, dan saudara Cha Eun Woo. Pola ini dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu perhatian otoritas pajak.

Laporan Dispatch juga mengaitkan situasi ini dengan kondisi Fantagio, agensi utama Cha Eun Woo, yang sempat berada di ambang kebangkrutan pada 2019. Dalam periode tersebut, perpanjangan kontrak Cha Eun Woo disebut-sebut sebagai salah satu pembayaran kontrak terbesar dalam sejarah K-pop.

Meski Fantagio tengah mengalami krisis, Cha Eun Woo tetap memilih memperpanjang kontrak eksklusifnya pada 2022. Namun, di waktu yang hampir bersamaan, ia juga diketahui telah mendirikan Cha Gallery sebagai entitas bisnis keluarga.

Hingga kini, Dispatch menegaskan bahwa masih sulit untuk memastikan apakah seluruh detail tersebut cukup untuk membuktikan bahwa Cha Eun Woo secara sengaja menghindari pajak. 

Pihak Dinas Pajak Nasional Korea dikabarkan masih mempertimbangkan proses banding serta melakukan evaluasi lanjutan terhadap kasus ini.

Sementara itu, Cha Eun Woo maupun pihak agensinya belum mengeluarkan pernyataan resmi tambahan terkait laporan terbaru Dispatch. Publik pun masih menunggu klarifikasi langsung dari pihak terkait, sembari proses penyelidikan terus berjalan. (ce2)