Berita Bekasi Nomor Satu

DPRD Peringatkan Netralitas ASN Jelang Pilkades

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi mengajak masyarakat jauh-jauh hari untuk mengawasi pesta demokrasi pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada Agustus mendatang.

Pelaksanaan Pilkades yang diikuti oleh 154 desa se-Kabupaten Bekasi juga menjadi momen bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk diingatkan agar tidak terlibat aktif dalam mendukung salah satu calon kepala desa.

“Netralitas ASN, TNI/Polri, sudah digariskan dalam Undang-Undang. Berlaku di Pilkada, Pemilu, termasuk di Pilkades,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin, kepada Radar Bekasi.

Pria yang akrab disapa Iwang ini menegaskan ASN memiliki fasilitas dan perangkat pemerintahan. Jika berpihak, fasilitas tersebut bisa digunakan untuk kepentingan golongan tertentu. Padahal, fasilitas pemerintah dimiliki untuk kepentingan bersama, bukan kelompok atau individu.

“Kewajiban ASN itu tidak boleh berpihak dalam kontestasi politik dari tingkat desa sampai pusat. Karena khawatir ASN itu punya fasilitas, digunakanlah fasilitas itu untuk memenangkan salah satu calon yang dia dukung. ASN itu tidak berpolitik (berpihak), di undang-undang ASN sudah jelas sanksinya, bisa pemecatan, pidana juga ada. Kalau memilih silahkan saja,” tegasnya.

“Contoh misalnya DKM berpihak kepada salah satu calon, tiba-tiba DKM memberikan peluang masjid buat kepentingan politik. Padahal Masjid itu di bangun oleh semua orang. Bukan cuma satu golongan, semangatnya disitu,” sambung Bendahara DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi itu.

Hanya saja, selama ini pengawasan yang dilakukan belum maksimal hanya berkutat di tataran isu. Bahkan baru terdengar ketika sudah selesai pemilihan. Oleh karena itu, Iwang mengajak masyarakat untuk menyuarakan apa yang terjadi di sekitarnya ketika Pilkades.

“Saya pernah bilang di beberapa kesempatan, suarakan apa yang memang menjadi kegelisahan. Ketika masyarakat cuek, malu-malu, takut-takut, ini kembali lagi pada pesta demokrasi terbelakang, dan saya pikir semua sudah terbuka, enggak ada intimidasi atau apa pun itu,” ucapnya.

“Maka berlaku perkataan Imam Ali Bin Abi Thalib, ketika orang baik diam maka kejahatan akan menang, karena enggak ada yang ngomong. Prinsipnya tetap masyarakat bantu lembaga pengawas apa pun itu untuk memberikan informasi yang valid terkait dengan apa yang terjadi di lapangan,” tambahnya. (pra)