RADARBEKASI.ID, BEKASI – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi masih menjadi kendala utama dalam upaya perbaikan jalan rusak di sejumlah wilayah Kota Bekasi.
Pemerintah Kota Bekasi belum dapat melakukan penanganan secara menyeluruh karena kondisi cuaca yang belum mendukung pekerjaan di lapangan.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan perbaikan jalan membutuhkan kondisi cuaca yang stabil agar hasil pekerjaan lebih maksimal dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran. Ia menegaskan, penanganan permanen akan dilakukan setelah cuaca kembali cerah.
BACA JUGA: Banjir Merusak 34 Ruas Jalan Kota Bekasi
“Tentunya untuk melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh kita menunggu cuaca yang mendukung,” kata Tri, Senin (26/1).
Sambil menunggu kondisi cuaca membaik, Pemkot Bekasi melakukan langkah penanganan sementara dengan metode tambal sulam pada sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Namun, tindakan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang terjadi di lapangan.
“Kalau memang kondisi jalannya cukup parah, itu harus secepatnya dilakukan pemeliharaan jalannya,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Radar Bekasi kerusakan jalan ditemukan di beberapa titik, di antaranya Jalan H. Nonon Sonthanie, Jalan Raya Narogong,
Jalan Raya Cipendawa, Jalan Raya Cut Mutia, Jalan Raya Joyomartono, dan Jalan Raya Ir H Juanda, tepatnya di bawah Flyover Summarecon Bekasi.
Kerusakan jalan tersebut diperparah oleh hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi selama sepekan terakhir. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan aspal terkelupas, berlubang, dan tergenang air, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan. (rez)











