Berita Bekasi Nomor Satu

  Muhamad Rochadi Sebut Banjir Kabupaten Bekasi 2026 Terparah, Dorong Plt Bupati Lakukan Evaluasi Menyeluruh  

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhamad Rochadi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhamad Rochadi, menyebut banjir awal 2026 sebagai yang terparah. Dia mendorong Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, melakukan evaluasi menyeluruh terkait aliran sungai, izin perumahan, dan maraknya alih fungsi lahan.

Banjir yang terus berulang ini dipicu hujan ekstrem akibat fenomena hidrometeorologi serta dugaan konversi area resapan menjadi permukiman.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), peristiwa pada Jumat, 23 Januari 2026, merendam 31 desa di 13 kecamatan Kabupaten Bekasi.

“Izin perumahan memang harus dievaluasi semuanya (menyeluruh), itu yang pertama. Kedua normalisasi harus dilakukan di semua, karena Bekasi ini dialiri  empat sungai besar, ini harus benar-benar diperbaiki dan dinormalisasi menyeluruh,” ujar pria yang akrab disapa Adi itu, kepada Radar Bekasi, Senin (26/1).

Adi menekankan bahwa alih fungsi lahan menjadi penyebab utama bencana di daerah pemilihannya (Dapil) Kabupaten Bekasi. Fungsi drainase juga perlu diperhatikan dan diperbaiki. Dia menyarankan agar Plt Bupati segera bertindak untuk melakukan evaluasi komprehensif dan membuka ruang diskusi mencari solusi.

“Hayuk kita duduk bareng, apa yang bisa kita bantu dari Pemerintah Provinsi, apa yang bisa dibantu dari pusat, selama kita duduk bareng pasti akan ketemu solusi dan mitigasinya. Evaluasi semua hal, salah satunya aliran sungai, alih fungsi lahan. Ini (banjir) menurut saya terparah,” ungkapnya.

Sebagai nakhoda DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi, Adi telah terjun langsung ke lokasi terdampak, membantu kebutuhan pokok masyarakat hingga makanan siap saji.

“Kita baru bisa memberikan bantuan walaupun kecil misalkan sembako, makan siap saji. Ya, minimal bisa membantu masyarakat yang terdampak dulu. Saya sudah ke lokasi banjir di Tambun Selatan, Cikarang Utara, Muaragembong, ini masif banget,” ucapnya.

“Kemarin kita baru menyediakan 1000 paket dan sudah habis. Ini sekarang mintanya obat-obatan, sedang kita persiapkan, sedang kita komunikasikan untuk bisa ngasih obat-obatan, terutama salep gatal, vitamin, obat buat masuk angin. Ini sudah ke ranah kesehatan, jadi bukan lagi di makanan, tapi sudah merambah ke kesehatan. Ini sangat penting sekali. DPC PKB sedang mempersiapkan itu kedepan untuk obat-obatan,” sambungnya. (adv/pra)