Berita Bekasi Nomor Satu

5.301,7 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Kabupaten Bekasi Berisiko Gagal Panen

BANJIR: Foto udara areal persawahan terdampak banjir di Tambun Utara, Selasa (27/1). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seluas 5.301,7 hektare (ha) sawah terdampak banjir di Kabupaten Bekasi. Data tersebut berdasarkan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat per Senin (26/1).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, menjelaskan sebagian besar genangan masih tertahan di lahan persawahan. Kondisi ini berpotensi merusak tanaman padi para petani.

“Genangan yang terjadi di lahan pertanian yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai. Jika air tidak segera surut, tanaman padi yang sedang dalam masa tanam maupun menjelang panen sangat berisiko puso,” ucap Dodi, Senin (26/1).

Berdasarkan data BPBD, sawah terdampak banjir tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain Tambun Utara, Babelan, Tambelang, Karangbahagia, Sukakarya, Sukawangi, Pebayuran, dan Cabangbungin.

Tinggi genangan air di lahan pertanian mencapai 20–60 cm, sehingga menenggelamkan tanaman padi. Banjir diperparah oleh meluapnya saluran irigasi, membuat petani menunda pemupukan, penyiangan, hingga panen.

“Dampaknya bukan hanya hari ini. Kalau gagal panen, petani akan kesulitan modal untuk musim tanam berikutnya. Ini juga bisa berpengaruh pada ketersediaan beras di tingkat lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid, menyebut hamparan persawahan terdampak banjir tersebar di 78 desa di 16 kecamatan.

Menurutnya, lahan terdampak bisa bertambah karena beberapa wilayah masih tergenang air, sehingga tanaman padi belum terlihat. Petugas dinas pertanian saat ini masih melakukan pendataan.

“Kami juga belum bisa menghitung kerugian petani karena kondisi tanaman saat ini masih terdampak banjir dan belum ada laporan puso,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan bantuan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian berupa benih padi dan pestisida. Bantuan reguler melalui program Peningkatan Indek Pertanaman (PIP) ini menjangkau sekitar 11.247 hektare sawah untuk masa tanam Januari–Februari 2026.

“Sementara bantuan untuk sawah yang terdampak banjir saat ini sedang dalam pengajuan ke kementerian,” tandas Abdillah. (ris)