Berita Bekasi Nomor Satu

Ramai Penghakiman Lula Lahfah, Sabrina Chairunnisa Minta Netizen Stop Urusi Dosa

Potret Sabrina Chairunnisa. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Sabrina Chairunnisa turut angkat bicara di tengah ramainya perbincangan publik mengenai kabar duka meninggalnya Lula Lahfah. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, istri Deddy Corbuzier tersebut menyampaikan renungan mendalam tentang etika bermedia sosial dan pentingnya menjaga rasa kemanusiaan saat menyikapi kematian seseorang.

Dalam unggahan panjangnya, Sabrina mengajak warganet untuk melakukan introspeksi diri. Ia menyadari bahwa pesan yang disampaikannya mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang, namun menurutnya hal tersebut perlu diungkapkan demi mengingatkan kembali nilai empati dan adab di ruang digital.

“Dear netizen, bisakah kita berhenti mengurusi dosa orang lain? Apalagi ketika orang tersebut telah meninggal dunia,” tulis Sabrina di awal pernyataannya. 

Kalimat tersebut menyoroti fenomena penghakiman massal yang marak terjadi pasca-kematian Lula Lahfah.

Sabrina menegaskan bahwa menilai baik atau buruknya seseorang semasa hidup bukanlah wewenang manusia. Ia mengingatkan bahwa urusan tersebut sepenuhnya menjadi hak Tuhan.

“Seburuk atau sebaik apa pun seseorang semasa hidupnya, menghitung dan mengadili perbuatannya bukanlah tugas kita. Itu adalah urusan Tuhan, dan hanya Tuhan yang berhak menilai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sabrina mengkritik keras budaya membuka aib, berspekulasi tanpa dasar, serta menjadikan dugaan dosa orang lain sebagai konsumsi hiburan di media sosial. 

Ia menekankan bahwa jika memang terdapat indikasi pelanggaran hukum, maka hal tersebut seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum, bukan diadili secara sepihak oleh publik.

“Jika memang ada indikasi pelanggaran hukum, biarlah pihak berwajib yang bekerja. Itu bukan tugas kita apalagi dibahas secara liar di media sosial,” serunya.

Baca Juga: Na Daehoon Tulis Pesan Panjang Usai Jule Muncul di Live Bigmo

Salah satu poin paling tajam dalam unggahan tersebut adalah peringatan tentang sikap merasa paling suci. Sabrina mengingatkan bahwa perasaan superior secara moral tidak serta-merta membuat seseorang bebas dari dosa.

“Merasa diri lebih suci tidak berarti kita bebas dari dosa. Sering kali itu hanya berarti dosa kita belum dibuka,” tulisnya, mengajak warganet untuk lebih merendahkan hati.

Alih-alih sibuk menghakimi, Sabrina mengajak masyarakat untuk memilih sikap yang lebih bermartabat, yakni mendoakan almarhumah dan memberikan empati kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Lebih baik kita doakan hal-hal baik untuk almarhumah. Semoga ia ditempatkan di sisi terbaik Tuhan Yang Maha Esa. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Itulah makna menjadi manusia yang sesungguhnya,” tutupnya.

Seruan Sabrina Chairunnisa ini muncul di tengah hiruk-pikuk pemberitaan yang dinilai tidak sehat seputar meninggalnya Lula Lahfah. 

Mulai dari penyebaran foto jenazah, penawaran video palsu, perdebatan medis tanpa dasar, spekulasi kehidupan pribadi, hingga penghakiman terhadap orang-orang di sekitarnya, semuanya menjadi sorotan publik.

Unggahan Sabrina pun mendapat beragam respons dari warganet. Banyak yang mendukung dan mengapresiasi pesannya sebagai pengingat penting akan empati, etika, dan batasan dalam bermedia sosial, terutama saat menyikapi kabar duka. (ce2)