Berita Bekasi Nomor Satu

4.400 Calon Jemaah Haji Kota Bekasi 2026 Siap Berangkat, Tujuh Tertunda

ILUSTRASI: Siluet jemaah haji beraktivitas di Asrama Haji saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta – Bekasi, Minggu (12/5/2024). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Lebih dari 4.000 calon jemaah haji Kota Bekasi dipastikan siap berangkat ke Tanah Suci setelah dinyatakan layak secara kesehatan dan melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH). Namun, tujuh orang terpaksa menunda keberangkatan karena belum memenuhi syarat istithaah kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar empat ribu calon jemaah haji tahun ini.

“Dari hasil pemeriksaan, yang tidak istithaah hanya tujuh orang,” ujar Satia.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan bertahap. Tahap awal dilaksanakan di puskesmas, kemudian dilanjutkan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit yang ditunjuk Pemerintah Kota Bekasi. Hasilnya dilaporkan melalui aplikasi Kementerian Kesehatan hingga keluar penetapan status istithaah.

Calon jemaah yang belum memenuhi syarat kesehatan telah diberi pemahaman dan kesempatan untuk memperbaiki kondisi kesehatannya agar bisa berangkat pada musim haji berikutnya.

“Kami sudah sampaikan. Mudah-mudahan tahun depan hasil kesehatannya membaik dan bisa berangkat,” katanya.

Sementara itu, jemaah yang sudah dinyatakan layak diminta terus menjaga kebugaran fisik. Dinkes bahkan mendorong aktivitas seperti senam dan jalan sehat yang diikuti ribuan calon jemaah akhir pekan lalu.

“Haji itu ibadah fisik, jadi harus mulai berlatih dari sekarang,” tambah Satia.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bekasi, Rian Fauzi, menyebut total calon jemaah yang telah melunasi BIPIH mencapai 4.400 orang. Ia memastikan seluruhnya telah melalui pemeriksaan kesehatan.

“Semua yang melunasi adalah jemaah yang sudah memeriksakan kesehatannya,” ujarnya.

Meski dinyatakan layak, sebagian jemaah dengan catatan medis khusus akan tetap dipantau kesehatannya hingga keberangkatan.

“Beberapa jemaah mungkin perlu obat rutin atau perhatian khusus. Itu terus kami kontrol dan kawal sampai berangkat,” jelasnya.

Rian menambahkan, tahun ini menjadi penyelenggaraan haji perdana di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah RI. Pihaknya berkomitmen mengawal pelayanan jemaah sejak persiapan hingga kepulangan ke Tanah Air.

Secara nasional, isu istithaah kesehatan juga menjadi perhatian. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut terdapat sekitar 170 ribu jemaah risiko tinggi (risti) tahun ini, termasuk 33 ribu jemaah lanjut usia. Kondisi tersebut menuntut kesiapan ekstra petugas haji dalam mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. (sur)