RADARBEKASI.ID, JAKARTA – DJ Dinar Candy akhirnya buka suara soal sisi gelap pergaulan malam yang dinilainya kian mengkhawatirkan. Bukan hanya soal minuman keras, ia secara khusus mengingatkan anak muda, terutama Generasi Z tentang munculnya modus baru penyalahgunaan narkoba yang menyamar dalam bentuk barang-barang sepele dan tampak “aman”.
Peringatan itu disampaikan Dinar berdasarkan pengalaman pribadinya selama menjalani tur nge-DJ di tiga kota berbeda.
Dalam rangkaian pekerjaannya tersebut, ia mengaku beberapa kali ditawari barang-barang mencurigakan yang diklaim bisa membuat penggunanya “terbang” selama berjam-jam, bahkan hingga pagi hari.
Salah satu pengalaman paling mengusik terjadi saat Dinar sedang tampil di sebuah klub. Ia ditawari sebuah alat berukuran kecil yang sekilas mirip rokok elektrik atau pod vape. Barang itu disebut sebagai “Pod Getter”. Meski tampilannya menyerupai vape biasa, efek yang dijanjikan justru terdengar tidak masuk akal dan berbahaya.
“Pas aku lagi nge-DJ ada yang nawarin, kayak pod kecil. Dia bilang, ‘Kak cobain deh, sedot sekali nanti kayak nge-fly 3 jam atau sampai pagi’,” ungkap Dinar Candy saat diwawancarai di program Pagi-Pagi Ambyar, TransTV, dikutip pada Jumat (30/1/2026).
Beruntung, Dinar yang dikenal menjalani gaya hidup sehat dan tidak merokok langsung menolak tawaran tersebut. Kecurigaannya semakin kuat ketika foto barang itu dikirim melalui pesan sekali lihat, seolah sengaja agar tidak tersimpan atau dilacak.
“Ini beda dari liquid vape biasa. Berarti ada racikannya, ada campuran sejenis narkobanya. Bahaya banget karena bentuknya kecil, mungkin lolos security check dikira vape biasa,” jelasnya.
Baca Juga: Rian D’Masiv Dituding Pelaku Child Grooming, Ini Kata Sang Penyanyi
Tak berhenti di situ, Dinar juga menyoroti tren lain yang marak di dunia hiburan malam, yakni penggunaan balon dan gas whip cream. Ia mengaku sempat kebingungan ketika beberapa orang melemparkan balon ke arahnya saat ia tengah beraksi di atas panggung.
“Aku lagi nge-DJ dilemparin balon. Aku tepis, eh malah diketawain. Katanya, ‘Teh itu diambil, disedot nanti ada efek nge-fly’,” tuturnya.
Awalnya mengira hal tersebut sekadar candaan, Dinar baru menyadari bahaya serius di balik tren itu setelah menerima banyak pesan langsung (DM) dari para ibu.
Dalam curhatan mereka, Dinar mendengar kisah anak-anak yang harus dilarikan ke rumah sakit, bahkan masuk ICU dan kehilangan kesadaran selama berhari-hari akibat menghirup gas nitrogen yang digunakan dalam modus balon tersebut.
Pengalaman-pengalaman itu membuat Dinar merasa perlu bersuara. Ia berharap ceritanya bisa menjadi peringatan keras bagi anak muda agar tidak mudah tergiur tawaran “seru” di dunia malam, terlebih jika datang dalam bentuk yang tampak tidak berbahaya.
Menurutnya, kewaspadaan adalah kunci utama. “Sekarang bentuknya makin halus, makin nyamar. Kalau kita nggak kuat prinsip dan nggak hati-hati, bisa kebawa arus tanpa sadar risikonya,” tutup Dinar. (ce2)











