RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi tengah menghitung total kerugian akibat banjir yang melanda wilayahnya pada awal tahun ini. Meski masih dalam proses pendataan, kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Perkiraan kerugian mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, infrastruktur, hingga perekonomian masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan bahwa proses penghitungan masih terus berlangsung. Namun, ia menegaskan nilai kerugian yang ditimbulkan cukup besar.
“Kalau ditanya taksiran kerugian, mungkin miliaran. Lagi kita hitung, karena kita masih proses,” ujar Asep, Kamis (29/1).
Banjir terparah ini tercatat terjadi di 216 titik yang tersebar di 55 desa pada 17 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Peristiwa tersebut terjadi enam hari lalu, tepatnya pada Sabtu (24/1).
“55 desa terdampak banjir dengan 216 titik,” ucap Asep.
Berdasarkan hasil identifikasi lapangan yang dilakukan secara langsung, Asep menyebutkan bahwa sekitar 85 persen wilayah yang terendam banjir merupakan kawasan perumahan. Ia mengungkapkan terdapat tiga persoalan utama yang menyebabkan air sulit surut di area permukiman.
Pertama, perencanaan tata ruang yang dinilai kurang tepat. Kedua, sistem drainase yang tidak memadai. Ketiga, kendala pada saluran pembuangan akhir yang tidak mampu menampung debit air.
“Rata-rata pembuangan akhir berpapasan dengan sungai, seperti Kali CBL. Jadi kalau Kali CBL-nya deras dan besar, sementara sungai dari rumahnya kecil, otomatis dia mengantre dan banjir,” tambahnya.
Menanggapi banyaknya keluhan dari masyarakat, Asep menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap aspirasi warga maupun pihak pengembang. Ia mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan masukan secara langsung.
“Kita ini terbuka. Langsung saja ke kantor saya, saya juga ada kan tiap hari. Ya kalau saya tidak dinas di luar, ya pasti saya ada di kantor,” terang Asep.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi per Kamis (29/1), banjir masih berdampak pada 49 desa di 16 kecamatan. Sebanyak 51.289 jiwa tercatat terdampak, dengan 24.109 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriyadi, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan luapan sungai dan genangan di kawasan permukiman.
“Sebaran banjir cukup luas dengan tinggi muka air bervariasi, mulai dari sekitar 10 cm hingga mencapai satu meter di beberapa wilayah,” tutur Dodi.
Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari asesmen lapangan, evakuasi warga, hingga pendistribusian bantuan logistik bagi para pengungsi.
“BPBD bersama TNI, Polri, relawan, dan pemerintah desa terus melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendampingan kepada warga terdampak. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” tutup Dodi. (ris)











