Berita Bekasi Nomor Satu

Kursi Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi Masih Kosong

Penasehat DPD Taruna Merah Putih Jawa Barat, Nyumarno

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kursi Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi masih kosong setelah Bupati nonaktif sekaligus Ketua DPC, Ade Kuswara Kunang, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Hingga kini, pergantian nakhoda partai berlambang banteng moncong putih tersebut belum dilakukan.

Hingga saat ini, DPP PDI Perjuangan belum menentukan pengganti Ade Kuswara Kunang. Ade diketahui baru menjabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi lewat Konferensi Cabang (Konfercab) pada 8 Desember 2025 lalu.

“Dengan tidak adanya ketua DPC, artinya jabatan ketua DPC lowong, kita sedang menunggu dari DPP partai, kita sudah melaporkan ke DPD tingkat Jawa Barat tinggal menunggu keputusan DPP,” ujar Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Nyumarno, kepada Radar Bekasi, Kamis (29/1).

Nyumarno menyebut mekanisme pergantian diserahkan sepenuhnya kepada DPP, apakah nantinya akan ditunjuk pelaksana tugas atau langsung ketua definitif.

Ia menambahkan, Ade Kuswara Kunang baru ditetapkan sebagai Ketua DPC melalui Konfercab VI di salah satu hotel di Kabupaten Bekasi. Saat itu, dua pendamping formatur, Sanusi dan Usup, turut ditunjuk untuk membentuk kepengurusan DPC.

“Konfercab partai pernah terlaksana waktu itu ditunjuklah ketuanya Ade Kuswara Kunang. Kemudian dua pendamping formatur calon pengurus DPC partai, yaitu bang Sanusi dan bang Usup. Jadi ketuanya satu, ditemani dua formatur untuk membentuk kepengurusan,” ucapnya.

Namun, Nyumarno menegaskan hingga kini SK kepengurusan baru DPC PDIP Kabupaten Bekasi pasca Konfercab 2025 belum keluar.

“SK kepengurusan DPC belum, kalau untuk Pak Ade sebagai ketua sudah. Mekanismenya kami menunggu keputusan dari DPP partai,” katanya.

“Tugas kami hanya melaporkan penyempurnaan pengurus, yang mana misalnya Ketua DPC tidak ada, atau mungkin nanti ada anggota atau pengurus DPC yang enggak aktif, itu kapasitas kita hanya menyampaikan ke DPP partai melalui DPD Jawa Barat,” sambungnya.

Meski terjadi kekosongan, kata Nyumarno, aktivitas atau kegiatan partai tetap berjalan. (pra)