RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi kini menghadapi tantangan berat untuk mengembalikan kepercayaan publik menjelang Pemilu mendatang.
Pasalnya, setelah berhasil merebut kemenangan pertamanya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, sang nakhoda partai berlambang banteng moncong putih di Kabupaten Bekasi kini harus berurusan dengan hukum.
Bupati nonaktif sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi 2025–2030, Ade Kuswara Kunang, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan suap ijon proyek oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada akhir 2025.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dan pengurus DPC PDIP, Soleman, juga tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap atau gratifikasi. Soleman ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi pada Oktober 2024.
Penangkapan dua pimpinan partai secara berturut-turut ini disebut sebagai “tsunami” bagi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi.
Meski demikian, pengurus PDIP Kabupaten Bekasi menilai peristiwa ini sebagai tantangan untuk memperbaiki citra dan mengembalikan kepercayaan publik. Mereka menegaskan akan berbenah demi menatap Pemilu 2029.
“Tantangan kami ke depan harus mengembalikan kepercayaan masyarakat Kabupaten Bekasi, bahwa bagaimana caranya PDI Perjuangan tetap harus menjadi pemenang di Pilkada dan Pileg 2029,” ujar Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Nyumarno, kepada Radar Bekasi.
Nyumarno menambahkan, pengurus partai tidak akan larut dalam kesedihan setelah “tsunami” menimpa partainya. Sebaliknya, kerja politik kader akan dijalankan lebih massif.
“Kami diajarkan untuk tidak larut dalam keadaan. Medannya semakin terjal, tantangan semakin banyak, kemudian musuh juga semakin banyak. Banyak yang berkomentar kami PDI Perjuangan akan menjadi lemah, akan mundur di 2029,” ujarnya.
“Maka saya pastikan kemenangan terindah adalah, kemenangan pada saat tantangan-tantangan terjal itu ada di hadapan kami. Mari bung rebut kembali Pilkada Kabupaten Bekasi dan Pileg 2029,” ucapnya.
Lebih lanjut, Nyumarno menjelaskan, konsolidasi partai akan dilakukan dari tingkat DPC, PAC, ranting, hingga anak ranting dengan menekankan kapabilitas, kemampuan, ideologi partai, serta merekrut pengurus yang memiliki basis massa jelas.
“Harus sesegera mungkin membahas penyempurnaan pengurus partai di semua tingkatan. Jadi kekompakan kader, rapat lebih intens, kerja-kerja kerakyatan partai harus semakin terlihat di masyarakat. Mudah-mudahan itu menjadi jurus ampuh tersendiri untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada PDI Perjuangan,” ungkapnya.
Pasca kejadian yang menimpa ketua partainya, Nyumarno mengatakan banyak dukungan diberikan oleh para kader. Nyumarno menyampaikan permohonan maaf atas kekecewaan masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Mohon maaf, kami baru pertama kali diberikan kepercayaan untuk memimpin Kabupaten Bekasi. Mohon maaf apabila belum atau dirasa mengecewakan masyarakat,” sambung Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi itu. (pra)











