RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus memantau perkembangan harga komoditas di pasar menjelas bulan suci ramadan. Awal tahun ini, tingkat inflasi bulanan dan tahun kalender di Kota Bekasi jadi yang tertinggi diantara 10 kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Inflasi bulanan atau Month to Month (m-to-m) dan inflasi tahun berjalan atau Year to Date (y-to-d) pada bulan Januari tercatat 0,07 persen. Sementara inflasi tahun ke tahun atau Year on Year (y-on-y) sebesar 3,37 persen.
Inflasi awal tahun ini paling besar disumbangkan oleh kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya. Lima komoditas dengan andil terbesar yakni emas perhiasan, Ikan kembung, tarif rumah sakit, tomat, dan kangkung.
“Pada komoditas pertama, emas perhiasan menyumbang andil inflasi yang cukup tinggi sebesar 0,33 persen, disusul oleh ikan kembung 0,03 persen, tarif rumah sakit 0,02 persen, tomat 0,02 persen, kangkung 0,01 persen,” ungkap Statistisi Ahli Madya BPS Kota Bekasi, Hendra Wijaya dalam keterangan resmi yang disampaikan Senin (2/2).
Sementara itu, lima komoditas yang menyumbang deflasi terbesar yakni Cabai merah 0,18 persen, Cabai rawit 0,08 persen, Bawang merah 0,07 persen, Bensin : 0,03 persen, dan Telur ayam ras 0,02 persen.
Tingkat inflasi bulan dan tahun kalender Kota Bekasi di awal tahun 2026 jadi yang Tertinggi. Sedangkan secara tahunan atau Januari 2025 terhadap Januari 2026 paling inflasi paling tinggi adalah Kota Sukabumi sebesar 3,74 persen.
“Inflasi month to Month yang terbesar yakni di kota Bekasi, karena kota Bekasi salah satunya mengalami inflasi di Jawa Barat sebesar 0,07 persen, terendah Cirebon sebesar -0,44 persen,” tambahnya.
Harga komoditas di pasar terus dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi menjelang bulan suci Ramadan. Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti juga menyebut pihaknya terus berkomunikasi dengan sejumlah pihak seperti Bulog guna menjaga stabilitas harga komoditi di pasar.
“Kita tetap terus memantau. Paling tidak kita juga menerima informasi resmi dari Bulog,” ungkapnya.
Belakangan ini, harga komoditi yang bergejolak adalah daging sapi. Selain itu, pengaruh kondisi cuaca juga terus dipantau, dikhawatirkan berpengaruh terhadap harga beberapa komoditas di pasar.
“Yang kedua dengan musim hujan ini kan berkaitan dengan bawang, cabai, itu bergantung dengan cuaca,” tambahnya. (sur)
Data :
Januari 2026
- Inflasi bulan ke bulan (m-to-m) : 0,07 persen
- Inflasi tahun kalender (y-to-d) : 0,07 persen
- Inflasi tahun ke tahun (y-on-y) : 3,37 persen
Andil komoditas terhadap inflasi m-to-m
- Emas perhiasan : 0,33 persen
- Ikan kembung : 0,03 persen
- Tarif rumah sakit : 0,02 persen
- Tomat : 0,02 persen
- Kangkung : 0,01 persen
Andil komoditas terhadap deflasi m-to-m
- Cabai merah : 0,18 persen
- Cabai rawit ; 0,08 persen
- Bawang merah : 0,07 persen
- Bensin : 0,03 persen
- Telur ayam ras : 0,02 persen
* Perbandingan antar kota di Jawa Barat
– inflasi m-to-m dan y-to-d:
- tertinggi Kota Bekasi : 0,07 persen
- Terendah Kota Cirebon : -0,44 persen
– inflasi y-on-y :
- Tertinggi Kota Sukabumi : 3,74 persen
- Terendah Kabupaten Subang : 2,92 persen











