RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 yang diawali dengan apel pasukan di halaman Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pangeran Jayakarta, Senin (2/2).
Operasi ini dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan sekaligus sebagai tahap awal sebelum Operasi Ketupat Jaya 2026.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Gefri Agitia mengatakan, Operasi Keselamatan Jaya 2026 berlangsung mulai 2 hingga 14 Februari 2026 dengan tujuan utama menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Bekasi.
“Operasi Keselamatan Jaya ini adalah operasi yang diawali sebelum kegiatan Operasi Ketupat. Tujuannya untuk menurunkan angka laka lantas,” kata Kompol Gefri Agitia, Senin.
Menurutnya, pelaksanaan operasi kali ini lebih mengedepankan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dibandingkan penindakan.
Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran dan mengubah pola pikir pengguna jalan agar lebih tertib berlalu lintas.
“Jadi Operasi Keselamatan Jaya 2026 ini tidak mencari pelanggaran yang dilakukan masyarakat, namun bagaimana merubah mindset masyarakat agar tertib lalu lintas,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, petugas memfokuskan perhatian pada tiga ruas jalan utama, yakni Jalan Ahmad Yani, Jalan Chairil Anwar, dan Jalan KH Noer Alie Kalimalang. Meski demikian, kegiatan yang dilakukan bersifat sosialisasi serta patroli rutin.
Selain itu, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota juga melaksanakan pemeriksaan kendaraan (ramcek) di Stasiun Bekasi serta melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Sasaran kegiatan ini adalah pelajar usia 17 tahun ke atas dan mahasiswa.
“Tujuannya untuk sosialisasi memberikan pelajaran dan pemahaman dalam berlalu lintas,” jelasnya.

Saat ini, Polres Metro Bekasi Kota belum dilengkapi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Namun demikian, petugas telah dibekali lima unit Hand ETLE yang digunakan untuk penindakan terhadap pelanggaran tertentu.
“Jadi kita sistemnya by hunting, jadi ketemu di jalan dan dirasa perlu kita menertibkan maka kita lakukan,” ungkap Gefri.
Gefri menambahkan, angka pelanggaran lalu lintas di Kota Bekasi masih tergolong tinggi. pihaknya berharap tingkat kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas dapat meningkat sehingga mampu menekan angka kecelakaan, khususnya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026.
“Dengan adanya operasi ini harapan kami kepada masyarakat agar tertib dalam berlalulintas sehingga nanti pada saat operasi ketupat jaya dapat menekan angka kecelakaan lalulintas,” pungkasnya (rez)











