Berita Bekasi Nomor Satu

Rochadi Pastikan Pembangunan Terminal B Cikarang Rampung

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, juga Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Muhamad Rochadi. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhamad Rochadi, memastikan pembangunan Terminal B Cikarang telah rampung pada akhir 2025.

“Alhamdulillah kemarin (akhir 2025) sudah selesai, tinggal kita mengawal berjalannya terminal yang baik, sehingga kalau ada kekurangan kita bisa menyiapkan kembali di tahun-tahun berikutnya,” ujar pria yang akrab disapa Adi itu, kepada Radar Bekasi, Senin (2/2).

Pernyataan itu disampaikan Rochadi saat melakukan pengawasan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bekasi. Ia menyebut progres pembangunan Terminal B Cikarang telah mencapai 100 persen pada tahun anggaran 2025.

Meski telah beroperasi, Rochadi mengakui terminal tersebut masih membutuhkan penataan tambahan, terutama untuk meningkatkan kenyamanan pengguna dan mempercantik kawasan terminal.

“Sudah selesai 100 persen di anggaran 2025 alhamdulillah, tinggal apabila ada yang belum selesai mohon maklum. Tapi saya yakin dan berkomitmen mengawal penyelesaian Terminal B Cikarang,” ungkapnya.

Meski telah beroperasi, Rochadi mengakui terminal tersebut masih membutuhkan penataan tambahan, terutama untuk meningkatkan kenyamanan pengguna dan mempercantik kawasan terminal.

“Tinggal dipercantik saja karena sekarang yang penting bisa operasional dulu, gedungnya bisa dipakai, masyarakat bisa menunggu bus dengan nyaman. Pembangunan ini dengan nilai kontrak Rp7,3 miliar yang berakhir di Desember 2025,” katanya.

Rochadi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum mengalokasikan anggaran lanjutan untuk penataan Terminal Cikarang pada 2026. Hal itu disebabkan kondisi fiskal daerah yang tengah tertekan.

“Belum karena kekuatan fiskal kita sangat ambruk. Ambruknya gini, karena dana transfer ke daerah kita dipotong 25 persen. Kurang lebih Rp2,5 triliun. Lalu kemudian target pendapatan kita tidak tercapai. Jadi defisit kita hari ini yang sudah kelihatan saja Rp3 triliun,” jelasnya.

“Jadi ini semua di efisiensi, semoga kita doa kan bisa berjalan seperti biasa normal kembali. Karena kalau kita enggak efisiensi juga nanti pemerintahan enggak berjalan,” sambungnya. (pra/adv)