RADARBEKASI.ID, BEKASI – Realisasi investasi 2025 di Kota Bekasi 2025 gagal mencapai target. Dari sasaran Rp14,66 triliun, realisasi yang tercatat sebesar Rp11,57 triliun atau sekitar 79 persen.
Capaian itu tercatat dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan diakui oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, Priadi Santoso.
“Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp11,57 triliun atau 79 persen dari target,” ujar Priadi, Kamis (5/1).
Priadi membeberkan sejumlah kendala yang membayangi laju investasi di Kota Bekasi. Mulai dari belum tersusunnya peta potensi investasi, rendahnya kesadaran pelaku usaha melaporkan LKPM, hingga kenaikan upah minimum yang menekan biaya produksi.
Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur dan tutupnya sejumlah usaha ritel besar juga ikut memengaruhi iklim usaha di daerah penyangga ibu kota tersebut.
Menghadapi situasi itu, Pemkot Bekasi menyiapkan sejumlah langkah perbaikan. DPMPTSP akan menyusun peta potensi investasi sebagai panduan arah pengembangan usaha, sekaligus menggencarkan sosialisasi kewajiban pelaporan LKPM kepada pelaku usaha.
“Koordinasi dengan perangkat daerah juga kami perkuat, termasuk upaya pengendalian harga barang dan jasa agar dunia usaha tetap kompetitif,” jelasnya.
Selain itu, peningkatan infrastruktur serta optimalisasi pemanfaatan lahan kosong dan terbengkalai menjadi prioritas lain untuk menarik minat investor baru.
Priadi menegaskan, di tengah tekanan kondisi ekonomi nasional, pemerintah daerah dituntut lebih inovatif dan tidak hanya bergantung pada dukungan pusat. Pemkot Bekasi, kata dia, juga aktif menyampaikan berbagai hambatan perizinan maupun kendala di lapangan yang berpotensi menghambat investasi.
Sementara itu, target investasi Kota Bekasi untuk 2026 masih menunggu penetapan dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat. (sur)











