RADARBEKASI.ID, BEKASI – Gerakan Anak Negeri (GAN) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak warga terdampak bencana di Sumatera dengan memulai gelombang keempat aksi kemanusiaan.
Pada tahap ini, GAN menargetkan penyaluran 1.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan pendidikan tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Bireuen, Kecamatan Sawang, serta beberapa daerah lainnya.
Aksi ini merupakan bagian dari upaya pemulihan jangka panjang agar anak-anak tetap dapat mengakses pendidikan dan bersekolah di tengah kondisi pascabencana.
Sebelumnya, GAN telah melaksanakan tiga gelombang penyaluran bantuan di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Aceh Tamiang. Memasuki gelombang keempat, fokus bantuan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar yang dinilai krusial bagi masa depan anak-anak.
Koordinator Gerakan Anak Negeri, Iqbal Muhammad mengatakan, gelombang keempat ini menjadi penegasan konsistensi GAN dalam bergerak mendampingi masyarakat terdampak bencana.
“Kami fokus bantuan pendidikan dengan target 1.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah. Harapannya, anak-anak tetap memiliki semangat belajar dan tidak terhenti pendidikannya meski berada dalam kondisi sulit,” ujar Iqbal Muhammad, Senin (9/2).
Sebagai bagian dari dimulainya gelombang keempat tersebut, tim relawan GAN bergerak dari Kota Bogor sejak Senin (9/2) dini hari. Masih dalam gelap, sekitar pukul 02.00 WIB, relawan berangkat dari Kantor Harian Metropolitan, Bogor, membawa asa menuju wilayah terdampak.
Rombongan kemudian menuju Bandara Soekarno-Hatta dan melanjutkan perjalanan udara ke Medan, Sumatera Utara, menggunakan pesawat Lion Air JT 200, yang lepas landas pukul 05.00 WIB.
Meski cuaca kurang bersahabat, pesawat yang dikemudikan Pilot Bayu Eko Apriyanto mendarat dengan selamat di Bandara Kualanamu pada pukul 07.15 WIB.
Tim advance GAN ini dipimpin langsung oleh Iqbal Muhammad, yang juga menjabat General Manager Radar Depok. Turut serta dalam rombongan Budi Mulyadi selaku General Manager Radar Bandung, Andika Eka Maulana wartawan Radar Depok, serta relawan Arie Sudharisman.
Setelah tiba di Medan, tim GAN akan melanjutkan perjalanan ke Aceh untuk melakukan koordinasi lapangan dengan berbagai pihak serta mulai melakukan penyaluran bantuan.
Iqbal Muhammad menjelaskan, bantuan pendidikan dipilih sebagai fokus utama karena anak-anak, karena memang saat ini paling sangat di butuhkan.
“Seragam dan perlengkapan sekolah mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi anak-anak korban bencana ini adalah simbol harapan agar mereka bisa kembali bersekolah dan menata masa depan,” kata dia.
Lebih lanjut, terang Iqbal, Gerakan Anak Negeri menegaskan jika kepedulian terhadap pendidikan anak-anak korban bencana akan terus menjadi bagian dari aksi kemanusiaan yang berkelanjutan. (*)











