RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ada daya pikat yang menarik perhatian Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar), Ni Luh Enik Ermawati saat hadir di BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (6/2). Saat menyambangi booth Bakti BCA, wanita yang akrab disapa Ni Luh Puspa ini berbincang dengan penenun Wastra Warna Alam dan menari bersama masyarakat adat Sumba.
Wamenpar Ni Luh Puspa mengaku sangat senang bisa menikmati semua atraksi yang ada di acara BCA Expoversary 2026 ini. “Pameran seperti ini penting karena menghubungkan wisatawan dengan beragam produk dan destinasi pariwisata. Ini juga mendukung pengembangan berkelanjutan sektor pariwisata Indonesia,” katanya.
Saat berkeliling ke booth Bakti BCA yang berada di Hall 3, Wamenpar Ni Luh Puspa didampingi Direktur BCA Santoso, dan EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn. Rombongan menyaksikan berbagai pernak-pernik dan atraksi tradisional dari desa wisata dan pelaku usaha lokal binaan Bakti BCA.
Usai disambut secara simbolis di booth Bakti BCA, Wamenpar Ni Luh Puspa langsung mengunjungi booth Wastra Warna Alam. Ia berbincang langsung dengan Diana Kalera Lena yang merupakan penenun asli Sumba. Diana memiliki peran penting dalam kolaborasi antara komunitas penenun di tempat tinggalnya dengan Bakti BCA. Ia merupakan penenun pertama dari komunitasnya yang bergabung dengan program pelatihan wastra warna alam, kemudian mengajak 13 orang dari desanya untuk turut serta program itu.
Usai berbincang dengan Diana, Wamenpar Ni Luh Puspa mampir ke beberapa booth lagi seperti ke booth Kampung Batik Gemah Sumilir dan booth Desa Wisata Kampung Pra Ijing/Tebara. Di booth yang disebutkan terakhir, Ni Luh Puspa antusias ikut menari bersama masyarakat adat Sumba. Tarian yang diikuti adalah Tari Kagoro Kana Alu atau Tari Rangkak Alu yang legendaris di Nusa Tenggara Timur.
Ni Luh Puspa berharap hadirnya pameran semacam ini mampu menambah daya tarik pariwisata Indonesia. Ia juga mengatakan untuk membangun sektor pariwisata yang kompetitif itu perlu sinergi yang kuat antara pemerintah, industri, dan masyarakat. “Adanya sinergi ini harapannya bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ni Luh Puspa.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengungkapkan kehadiran Wamenpar Ni Luh Puspa menjadi wujud dukungan pemerintah terhadap sektor pariwisata di Indonesia. Setali tiga uang, ia mengatakan BCA turut berkomitmen meningkatkan sektor tersebut melalui program Bakti BCA.
Ambil contoh, Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara merupakan salah satu 28 desa binaan Bakti BCA (Desa Bakti BCA). Melalui program ini, Bakti BCA memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan atraksi wisata, pengelolaan layanan, pembekalan literasi keuangan, perluasan akses pasar, hingga pemberdayaan UMKM lokal.
“Pariwisata lokal di Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai destinasi unggulan. Tidak hanya memikat wisatawan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi, budaya, dan keberlanjutan bagi masyarakat. Melalui pembinaan Bakti BCA, kami berharap dapat memperkuat kapasitas serta membuka ruang kemajuan bagi desa-desa wisata,” tutup Hera. (bps/*)











