RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Aktris Aurelie Moeremans mengungkapkan rasa syukur mendalam setelah merilis buku berjudul Broken Strings. Ia menyadari bahwa karya tersebut membawa pengaruh besar, khususnya bagi para penyintas yang pernah mengalami pengalaman serupa.
Tak hanya itu, buku tersebut juga dinilai mampu membuka mata para orang tua agar lebih waspada dan peka terhadap isu child grooming.
Ungkapan rasa syukur itu disampaikan Aurelie melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @aurelie, beberapa waktu lalu. Dalam unggahan tersebut, Aurelie membagikan kisah di balik proses penulisan buku Broken Strings yang ternyata bermula dari perjalanan personalnya.
Istri dari Tyler Bigenho itu mengaku bahwa pada awalnya ia menulis buku tersebut semata-mata untuk dirinya sendiri.
Menulis menjadi caranya untuk memahami dan merapikan kekacauan emosional yang pernah ia alami. Bahkan, Aurelie sempat berniat menyimpan tulisan itu sebagai catatan pribadi tanpa rencana untuk dipublikasikan.
Namun, pandangannya berubah setelah sang suami membaca naskah tersebut. Kala itu, Tyler menyampaikan bahwa kisah kelam yang dialami Aurelie berpotensi memberi harapan dan kekuatan bagi banyak orang di luar sana, terutama mereka yang sedang berjuang keluar dari jerat child grooming maupun hubungan yang tidak sehat.
Perkataan sang suami membuat Aurelie tersadar bahwa tulisannya memiliki makna yang lebih luas. Ia pun menyimpulkan bahwa buku tersebut tidak lagi hanya miliknya, melainkan juga milik para penyintas lain yang selama ini memilih diam. Kesadaran itulah yang akhirnya menguatkan keputusannya untuk merilis Broken Strings ke publik.
Dalam unggahannya, Aurelie menuliskan bahwa buku tersebut dipersembahkan untuk setiap perempuan yang pernah dibungkam, serta para penyintas yang masih memikul luka dalam senyap. Baginya, buku itu menjadi simbol kebersamaan dan suara bagi mereka yang selama ini tak terdengar.
Lebih lanjut, Aurelie mengaku terkejut sekaligus terharu melihat dampak yang ditimbulkan setelah buku tersebut diterbitkan.
Baca Juga: Ratu Rizky Nabila Ungkap Awal Dekati Pesulap Merah Meski Sudah Beristri
Ia menyebut, banyak orang mulai berani angkat bicara dan membagikan pengalaman mereka. Sejumlah kasus child grooming pun mulai terungkap dan ditindaklanjuti secara hukum.
Tak hanya itu, Aurelie mengungkapkan bahwa Broken Strings bahkan sempat dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai bahan diskusi. Hal tersebut membuka peluang adanya evaluasi dan perbaikan terhadap sistem perlindungan, khususnya bagi anak-anak dan perempuan.
“Aku masih nggak percaya dampak yang lahir dari buku ini. Orang-orang mulai berani speak up. Kasus-kasus grooming mulai terungkap dan diproses. Buku ini dibawa ke DPR, supaya ada perubahan di sistem,” tulisnya.
Hal yang paling membahagiakan bagi Aurelie adalah semakin terbukanya pembahasan mengenai child grooming di ruang publik.
Isu tersebut kini mulai diperkenalkan bahkan di lingkungan sekolah, agar anak-anak dapat mengenali tanda-tandanya sejak dini dan terhindar dari pengalaman traumatis serupa.
“Di 2026, child grooming akhirnya dibicarakan secara terbuka, bahkan di sekolah. Supaya anak-anak aware akan tanda-tandanya. Supaya mereka nggak harus mengalami apa yang pernah aku alami,” tambahnya.
“Seperti yang selalu suamiku bilang, ternyata semua yang pernah aku lewati akhirnya punya arti. Buku ini sudah bukan tentang aku. Ini tentang perubahan yang akhirnya terjadi,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa pada akhirnya semua proses pahit yang pernah dilaluinya ternyata memiliki makna. Buku Broken Strings bukan lagi tentang kisah pribadinya semata, melainkan tentang perubahan dan kesadaran yang kini mulai tumbuh di masyarakat.
Unggahan Aurelie itu pun mendapat respons penuh dukungan dari sang suami. Tyler Bigenho menyampaikan rasa bangga atas keberanian dan perjuangan istrinya, serta merasa terhormat bisa mendampingi Aurelie dalam perjalanan tersebut.
Baca Juga: BTR Rachel Sebut Whip Pink Tak Berbahaya Usai Kepergok Pajang Botol Viral
Sebagai informasi, Broken Strings merupakan buku memoar yang ditulis Aurelie Moeremans berdasarkan pengalamannya sebagai korban child grooming dan kekerasan seksual.
Buku tersebut juga memuat kisah perjuangannya untuk keluar dari hubungan yang menyakitkan dan proses penyembuhan yang ia jalani. (ce2)











