Berita Bekasi Nomor Satu

Dapat Bimbingan dari Guru Sejak Kelas 4 Baru Suka Puisi

Prabu Sungging Prabangkara. IST

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Disaat masih banyak anak-anak yang seumurannya masih senang bermain dan berkumpul, ternyata tidak menghalangi niat Prabu Sungging Prabangkara untuk berkreativitas, menjalankan dan mengembangkan hobinya terhadap dunia seni.

Pria yang akrab disapa Prabu ini masih mengenyam pendidikan di bangku kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) An-Najma, yang berlokasi di Perumahan Grand Cikarang City, Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Bagi Prabu, puisi bukan sekedar membaca dan menghafal sebuah tulisan. Melainkan melalui puisi, dirinya bisa menyampaikan ekspresi emosi dan perasaan dengan cara yang unik dan indah.
“Bagi saya, puisi adalah sebuah kreativitas yang memberikan kebebasan untuk berkreasi dengan kata-kata, ritme, dan rima,” katanya.

Menurut Prabu, puisi bisa menjadi cara untuk berkomunikasi dengan orang lain tentang perasaan dan pikiran yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata biasa.

Dirinya pun tertarik dengan Estetika dalam Puisi yang dinilai memiliki keindahan bahasa dan struktur yang dapat dinikmati oleh pembaca maupun pendengar.

Disinggung untuk mengasah kecintaan dan hobinya tentang puisi, lelaki yang senang bermain Futsal ini mengaku banyak baca puisi dari berbagai penulis dan gaya untuk memahami struktur, bahasa, dan tema yang digunakan sebagai referensi.

“Sekarang sih masih banyak baca-baca buku tentang puisi, kadang saya suka belajar menulis puisi secara teratur, bahkan jika hanya beberapa baris setiap hari,” tuturnya.

Prabu sendiri mengakui mendapatkan bimbingan dari gurunya, Mrs. Nely di sekolahnya yang mengajarkan Eksperimen dengan gaya. Terbukti, dirinya pada Tahun 2023 menyabet Juara 1 Lomba Puisi Tingkat SDIT se Kabupaten Bekasi, di Thariq Bin Ziyad Boarding School dalam Perlomban Aksi XIII SMPIT.

“Alhamdulilah, sejak kelas 4 baru suka puisi, lalu diajarkan Mrs. Nely langsung ikut lomba dan Juara 1,” ucapnya.

Selain itu, Prabu juga memiliki bakat di bidang Dakwah, sehingga mewakili sekolahnya ditingkat Gugus hingga akhirnya Juara 1 di Tahun 2024, hingga menjadi Perwakilan Siswa SDIT yang ikut lomba Dakwah tingkat nasional.

“Kalau Lomba Dakwah tingkat nasional, gugur di 50 besar itu waktu kelas 5 SD,” beber pria yang bercita-cita ingin menjadi pengacara tersebut.

Prabu mengaku ingin menjadi pengacara seperti ayahnya Gilang Bayu Nugraha, yang juga wartawan senior, agar bisa membela dan menunjukan hingga membuktikan suatu kebenaran baik secara non litigasi hingga masuk ke meja hijau.

Sehingga hukum tidak hanya tajam kebawah, tapi juga tajam keatas dan semua orang punya hak untuk mendapatkan keadilan serta hak tentang kebenaran.

“Pengen aja jadi pengacara kayak papah, mau bantu orang-orang yang butuh keadilan dan kebenaran. Ada yang gak mampu juga kadang butuh bantuan, jadi ilmunya bisa bermanfaat,” harapnya. (pra)