Berita Bekasi Nomor Satu

Pemkot Operasikan Trans Beken Rute Terminal Bekasi-Harapan Indah, Tarif Gratis Satu Bulan

Warga naik bus Trans Beken (Bekasi Keren) Koridor 1 dengan rute Terminal Bekasi–Harapan Indah (PP), Selasa (10/2). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi kembali mengoperasikan sembilan unit bus Trans Beken (Bekasi Keren) Koridor 1 dengan rute Terminal Bekasi–Harapan Indah (PP), Selasa (10/2). Layanan transportasi publik yang sebelumnya bernama Trans Patriot ini dihadirkan untuk mempermudah mobilisasi warga Kota Bekasi dalam aktivitas sehari-hari.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa kehadiran Trans Beken merupakan strategi baru dalam menyambut status Stasiun Bekasi yang kini telah melayani rute jarak jauh. Dengan demikian, diperlukan kesiapan sistem transportasi yang terintegrasi agar perpindahan moda transportasi massal ke massal dapat berjalan secara efektif.

“Kita ingin menyambut bahwa Kota Bekasi ini kan stasiunnya sudah ditetapkan menjadi stasiun jarak jauh. Sehingga harus kita optimalkan, sehingga ada satu proses perpindahan transportasi dari massal ke massal. Oleh karena itu tentu kita harus menyiapkan alat-alat transport yang tentu nyaman, murah, aman, dan tentu terjamin,” ujar Tri.

Pemerintah Kota Bekasi kembali mengoperasikan sembilan unit bus Trans Beken (Bekasi Keren) Koridor 1 dengan rute Terminal Bekasi–Harapan Indah (PP), Selasa (10/2). FOTO: HUMAS PEMKOT BEKASI

Masyarakat Kota Bekasi dapat menikmati layanan Trans Beken dengan tarif Rp0 atau gratis selama satu bulan masa uji coba. Meski demikian, penumpang tetap diwajibkan melakukan tap kartu uang elektronik (e-money).

“Gratis hanya satu bulan sampai nanti setelah lebaran itu baru kita akan bayar secara normal,” jelas Tri.

Setelah masa uji coba berakhir, Pemerintah Kota Bekasi akan menetapkan tarif tunggal sebesar Rp4.500 per perjalanan yang dibayarkan menggunakan uang elektronik.

“Insya allah Rp4.500, sesuai dengan tingkat ekonomi masyarakat Kota Bekasi. Saya kira dari sisi itu masih relatif lebih murah, karena dibanding dengan public transport lainnya seperti kalau kita naik ojek, Grab, dan lain sebagainya,” pungkas Tri. (cr1)