RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penataan besar-besaran di koridor Kalimalang resmi dimulai. Jembatan melengkung pertama di sepanjang Jalan KH Noer Alie telah rampung dan dibuka, menjadi penanda dimulainya pembongkaran belasan jembatan lama yang selama ini dinilai memicu kemacetan.
Jembatan baru tersebut diresmikan dan mulai dilintasi kendaraan pada Selasa (10/2). Pembangunan ini menjadi tahap awal penataan kawasan wisata air Tirta Kalimalang yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Bekasi bersama investor.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan setelah jembatan pertama dioperasionalkan, proses pembongkaran jembatan lama akan langsung dilanjutkan.
“Setelah ini dioperasionalkan, PT MIJU akan langsung membongkar dua jembatan, kemudian membangun satu jembatan melengkung lagi di sisi mendekati RS Primaya,” ujar Tri saat peresmian.
Tri menyebut, penataan kawasan Kalimalang mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat sebelumnya telah menyatakan komitmen anggaran untuk pembongkaran dan pembangunan sejumlah jembatan di koridor tersebut.
Selain dukungan provinsi, Pemkot Bekasi juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk penataan pedestrian di sepanjang kawasan wisata air Kalimalang.
Tak hanya untuk menunjang kawasan wisata, pembangunan jembatan melengkung ini juga diklaim sebagai bagian dari penataan sistem transportasi. Jumlah jembatan akan dikurangi secara signifikan guna menekan jumlah simpang yang selama ini menghambat arus lalu lintas.
“Kalau sekarang jarak antarjembatan kurang dari 500 meter, tentu mengganggu kecepatan, keselamatan, dan waktu tempuh. Ke depan akses akan dibatasi sehingga lalu lintas lebih lancar,” jelas Tri.
Menurutnya, dampak kelancaran lalu lintas akan semakin terasa jika penataan serupa dilakukan di wilayah DKI Jakarta yang berbatasan langsung dengan Kota Bekasi.
“Kalau DKI juga melakukan pembatasan jembatan, perjalanan akan jauh lebih cepat dan potensi kemacetan bisa ditekan karena simpang sudah diatur berdasarkan load factor,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan saat ini terdapat 13 jembatan dari Simpang Mal Metropolitan hingga kawasan Sumber Artha. Seluruh jembatan tersebut akan dibongkar dan digantikan dengan lima jembatan melengkung.
“Nanti sepanjang Kalimalang sampai Sumber Artha hanya akan ada lima jembatan. Yang 13 jembatan lama kita bongkar,” tegas Idi.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan kedua sudah dipersiapkan dengan diawali pembongkaran jembatan eksisting. Dari lima jembatan yang akan dibangun, tiga di antaranya mendapat dukungan Pemprov Jawa Barat dan ditargetkan rampung hingga akhir tahun ini.
Selain aspek konstruksi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk kajian lalu lintas. Banyaknya jembatan selama ini dinilai sebanding dengan tingginya jumlah simpang yang memperlambat arus kendaraan.
“Makanya dari 13 jembatan akan kita sederhanakan menjadi lima, sekaligus menata lalu lintas dan kawasan Kalimalang secara menyeluruh,” pungkasnya. (sur)











