Berita Bekasi Nomor Satu

Begal Payudara Berkeliaran di Jalan Nona Merah Cikarang Barat, Warga Resah

Rekaman CCTV begal payudara di Jalan Nona Merah, RT 05 RW 06, Kampung Cibitung, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, pada Selasa (10/2). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aksi begal payudara terjadi di Jalan Nona Merah, RT 05 RW 06, Kampung Cibitung, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, pada Selasa (10/2) sekitar pukul 05.08 WIB. Peristiwa ini terekam kamera pengawas yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.

Dalam rekaman, terlihat seorang perempuan berjalan seorang diri di jalan yang sepi. Tiba-tiba, seorang pria yang mengendarai sepeda motor mendekati korban dari arah belakang. Tanpa diduga, pelaku melakukan aksi asusila sebelum melarikan diri. Korban yang terkejut sempat berusaha mengejar pelaku, namun pelaku dengan cepat memacu sepeda motornya.

Warga sekitar, Asib Awaludin (38), mengungkap bahwa gangguan asusila sebenarnya bukan kerap terjadi di wilayahnya. Meski demikian, baru kali ini tindakan pelecehan tersebut terdokumentasi dengan jelas melalui kamera pengawas.

​”Kalau di area sini, begal payudara baru kali ini. Biasanya kejadian di depan sana, modusnya pelaku memperlihatkan alat kelamin,” ungkap Asib, Kamis (12/2).

Asib menceritakan kasus ini bermula saat ia terjaga di waktu fajar dan mendengar suara teriakan minta tolong. Merasa ada yang tidak beres, ia memeriksa rekaman pengawas yang terpasang di warungnya.

​”Saya lihat pelaku datang dari arah Jalan Raya Imam Bonjol, sempat mengerem dan putar balik. Saat melihat calon korban, pelaku kembali memutar arah dan melakukan aksi tepat di depan warung saya, pas di depan kamera,” tambahnya.

​Dari rekaman terlihat pelaku menggunakan sepeda motor dan bergerak sangat gesit. Meski ada seorang pria berjalan di depan korban, pelaku tetap nekat mengeksekusi aksinya. Asib menambahkan, kawasan tersebut didominasi rumah kontrakan karyawan yang mulai beraktivitas sejak pagi buta, sehingga jalan yang sunyi menjadi celah bagi pelaku.

“Kejadian ini sudah lama membuat warga resah karena berulang-ulang dengan berbagai modus,” terang Asib.

​Maraknya peristiwa asusila ini membuat beberapa penghuni kontrakan memilih pindah. Akibatnya, warung-warung sekitar menjadi sepi, karena sebagian besar konsumen berasal dari para penghuni kontrakan.

​”Kalau sudah dianggap tidak aman, orang-orang pindah. Akhirnya ekonomi di sini terganggu,” keluhnya.

​Terkait identitas pelaku, Asib menyebut wajah sosok tersebut tidak dikenalnya. Ia dan warga berharap pihak berwajib meningkatkan intensitas patroli di lokasi rawan, untuk memberikan efek jera dan menjamin keamanan masyarakat, khususnya perempuan.

“Kalau dilihat sekilas, bukan warga sini dan tidak dikenal,” tutupnya. (ris)