RADARBEKASI.ID, BEKASI — Kota Bekasi kini punya ruang simulator gempa sebagai sarana edukasi kebencanaan bagi pelajar. Fasilitas tersebut mulai dimanfaatkan untuk melatih kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi gempa bumi, terutama saat berada di dalam ruangan seperti kelas.
Ruang simulator di kantor BPBD ini dirancang menyerupai kondisi gempa secara nyata. Melalui simulasi tersebut, siswa dilatih untuk tetap tenang, memahami prosedur evakuasi, serta mempraktikkan langkah penyelamatan diri yang tepat saat terjadi guncangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan edukasi kebencanaan kini semakin diperluas.
“Edukasi di BPBD tidak hanya lagi sebatas penanganan bencana alam, tetapi menjadi pusat pembelajaran bagi siswa maupun warga agar memiliki kemampuan tanggap darurat saat terjadi bencana. Ini tentang membangun budaya siaga sejak dini,” ujar Tri dalam peluncuran ruang simulator gempa, Jumat (13/2).
Ia menambahkan, setiap pekannya BPBD Kota Bekasi juga rutin memberikan edukasi tanggap darurat kepada anak-anak melalui kegiatan boating (latihan perahu) di danau sekitar kawasan Pemerintah Kota Bekasi. Kegiatan tersebut melatih keberanian, kekompakan, serta pemahaman dasar evakuasi di wilayah perairan.
“Sekarang kita sudah punya ruang simulator gempa. Ke depan, dalam rencana pengembangan, akan kita bangun juga fasilitas flying fox sebagai bagian dari pelatihan evakuasi dan peningkatan ketangkasan,” tambahnya.
Tri berharap siswa yang telah mengikuti simulasi dapat menyebarluaskan pengetahuan kebencanaan di lingkungan keluarga dan sekolah.
“Setelah belajar di sini, anak-anak bisa menyampaikan kembali kepada keluarga dan teman-temannya bagaimana cara menghadapi gempa dengan benar. Pengetahuan ini harus menyebar luas,” tegasnya.
Dengan hadirnya ruang simulator gempa dan program edukasi rutin lainnya, BPBD Kota Bekasi diharapkan semakin berperan sebagai pusat pembelajaran kebencanaan yang berfokus pada pembentukan karakter dan kesiapsiagaan anak sejak dini. (oke)











