Berita Bekasi Nomor Satu

Dituduh Raup Untung dari Wakaf Mushaf, Taqy Malik Siap Tabayyun Publik

Taqy Malik Respon Tuduhan Wakaf Mushaf Rp330 Ribu. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Taqy Malik belakangan menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan ia melakukan mark up harga wakaf mushaf Al-Quran di Makkah dan Madinah. 

Rumor ini bermula dari unggahan seorang Warga Negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, Randy Permana, melalui akun Instagram @paparich666.

Dalam unggahannya, Randy mengaku selama lima tahun tinggal di Arab Saudi, ia tidak pernah menemukan mushaf Al-Quran seharga 80 riyal, baik di Makkah maupun Madinah, meskipun pada musim haji atau Ramadan. Randy kemudian menuding Taqy Malik meraup keuntungan dari wakaf mushaf tersebut.

“Selama ane 5 tahun bolak-balik di Saudi, gak pernah nemu harga mushaf/Quran di Mekah Madinah seharga 80 riyal (mau musim haji/Ramadan apapun kek). Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?” tulis Randy.

Randy juga membandingkan harga mushaf secara umum di Arab Saudi, yang berkisar sekitar 40 riyal atau setara Rp180.000, dengan harga yang dijual Taqy Malik kepada jamaah sebesar 80 riyal atau sekitar Rp330.000, menimbulkan selisih yang cukup signifikan.

Menanggapi tudingan tersebut, Taqy Malik akhirnya buka suara melalui akun Instagram pribadinya. Suami dari Sherel Thalib itu mengajak Randy untuk membicarakan persoalan ini secara terbuka dan kekeluargaan, melalui forum tabayyun yang disiarkan LIVE di Instagram dan publikasi secara transparan.

Baca Juga: Baskara Mahendra Terseret dalam Perang Netizen Korea vs Asia Tenggara di X

“Melalui pernyataan ini, dengan segala kerendahan hati, saya mengundang Saudara Rendy Eka Permana dan semua pihak yang melontarkan tuduhan terkait saya untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka (LIVE melalui platform Instagram dan dipublikasikan secara terbuka), bermartabat, dan penuh tanggung jawab, terkait amanah wakaf mushaf dan persoalan lain yang dilontarkan,” tulis Taqy Malik, dilihat pada Senin (16/2).

Taqy Malik menegaskan tujuan pertemuan tersebut adalah untuk mencari kebenaran atas isu yang menyerangnya dan mencegah isu miring tersebut menyebar luas ke publik. Ia ingin segala hal menjadi jelas, tanpa adanya asumsi atau tuduhan liar.

“Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa, dan agar kepercayaan umat tetap berdiri atas kejelasan, (bukan asumsi atau tuduhan liar semata),” pungkasnya. (ce2)