Berita Bekasi Nomor Satu

Destinasi Kuliner di Cikarang Timur Ciptakan Roda Perekonomian

SUMBANG PAJAK: Pekerja menyiapkan makanan pesanan di Sate Maranggi Mbah Goen kawasan wisata Kawung Tilu, Desa Cipayung, Cikarang Timur, Rabu (18/2). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kehadiran destinasi kuliner Sate Maranggi Mbah Goen di Kawung Tilu, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian Kabupaten Bekasi.

Selain menjadi magnet wisatawan, usaha kuliner ini juga berhasil menyerap puluhan tenaga kerja lokal serta berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui sektor pajak.

Pengelola Sate Maranggi Mbah Goen, Hijaz Al-Hadi, mengungkapkan komitmennya untuk memajukan potensi desa wisata dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Saat ini, sebanyak 40 pekerja yang didominasi warga lokal dan ibu rumah tangga telah terserap untuk mengisi berbagai posisi di gerai tersebut.

“Sate Marangginya sama dengan yang lain, bedanya suasana alam tempatnya. Pekerjanya warga kampung kita dari ibu rumah tangga, wisata sehingga tercipta roda perekonomian,” ucap Hijaz, Rabu (18/2).

Selain membuka lapangan pekerjaan, operasional Sate Maranggi Mbah Goen juga berkontribusi terhadap kas daerah Kabupaten Bekasi. Setiap transaksi makanan dan minuman dikenakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10 persen. Pajak tersebut menjadi sumbangsih langsung dari pengunjung untuk mendukung pembangunan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dengan kapasitas saung gazebo yang mampu menampung 200 hingga 300 pengunjung, potensi pajak yang disetorkan menjadi salah satu instrumen penting bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Wisata Kawung Tilu sudah ditetapkan jadi desa wisata di Kabupaten Bekasi. Kita juga siapkan saung gazebo dengan kapasitas 200-300 pengunjung, ada playground ada outbond juga kita siapkan,” katanya.

Sementara itu, salahsatu pengunjung, Putri Sukma (23), mengaku rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati suasana alam hutan jati di lokasi tersebut.

“Bagus suasana alam-alam, saung bersih, jalanan ke sininya juga bersih. Harga terjangkau dan rasanya tak kalah dengan Sate Maranggi di Purwakarta,” kata Putri

Menurutnya, harga makanan dan minuman yang ditawarkan cukup ramah di kantong, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp70 ribu. Untuk sate maranggi dibanderol Rp3 ribu – Rp4 ribu per tusuk. Tersedia pula menu lain seperti sop iga Rp25 ribu per porsi, jengkol balado Rp15 ribu, ikan nila Rp20 ribu–Rp25 ribu, serta ikan gurame Rp65 ribu sampai Rp70 ribu.

“Pokoknya gak sia-sia datang ke sini, harganya murah bisa foto-foto suasananya juga syahdu teduh, pulang dengan perut kenyang,” tandasnya. (ris)