RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kemacetan kronis di perlintasan sebidang Jalan Perjuangan dan Jalan Pahlawan akhirnya masuk tahap konkret. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan pembebasan lahan flyover Jalan Pahlawan Bulak Kapal rampung tahun ini, sementara proyek underpass Jalan Perjuangan Stasiun Bekasi mulai dibebaskan pada 2027.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan dua proyek infrastruktur strategis itu dipacu untuk mengurai simpul kemacetan yang selama bertahun-tahun membelit kawasan padat tersebut.
“Target kami, 2028–2029 pembangunan underpass di Jalan Perjuangan bisa diselesaikan,” ujar Tri di Gedung DPRD Kota Bekasi, belum lama ini.
Untuk underpass di Jalan Perjuangan, sejumlah fasilitas bakal terdampak, termasuk gedung Palang Merah Indonesia (PMI) dan lapangan tenis. Pemkot menyiapkan relokasi ke wilayah Kelurahan Kayuringin Jaya, termasuk pembangunan venue olahraga pengganti.
“Gedung PMI dan lapangan tenis akan terdampak. PMI sudah kami arahkan pindah ke SD Kayuringin. Venue tenis juga akan kami siapkan di lokasi baru,” jelasnya.
Sementara itu, pembebasan lahan flyover Jalan Pahlawan Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur ditargetkan tuntas pada 2026. Pembangunan fisik akan dikerjakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan Pemkot bertanggung jawab pada penyediaan lahannya.
Tri mengungkapkan, dukungan anggaran dari provinsi baru sekitar Rp30 miliar dari total kebutuhan Rp250 miliar. Namun, ia mengaku telah mendapat komitmen bahwa proyek akan dilanjutkan begitu pembebasan lahan rampung.
“Pak KDM menyampaikan, kalau lahannya selesai, pembangunan pasti dituntaskan oleh Pemprov,” katanya.
Solusi perlintasan tidak sebidang di dua titik tersebut memang telah lama dinanti. Arus kendaraan yang padat, terutama pada jam sibuk, kerap memicu antrean panjang saat palang pintu kereta tertutup. Dengan percepatan dua proyek ini, Pemkot berharap kemacetan yang menjadi momok warga Bekasi bisa terurai secara permanen. (sur)











