RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Membaca doa saat berbuka puasa merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah Saw. menjamin bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak ketika waktu berbuka tiba.
Oleh karena itu, melafalkan doa saat berbuka tidak hanya menjadi bentuk ibadah tambahan, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur atas nikmat rezeki dan kekuatan yang Allah SWT berikan untuk menyelesaikan ibadah puasa sepanjang hari.
Para ulama menekankan bahwa doa berbuka sebaiknya dibacakan setelah membatalkan puasa, baik dengan meminum air maupun memakan kurma. Hal ini dijelaskan secara rinci dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin, yang dikutip oleh NU Online. Dalam kitab tersebut disebutkan:
“Maksud dari (membaca doa buka puasa) ‘setelah berbuka’ adalah setelah selesai berbuka, bukan sebelumnya, dan bukan pada saat membatalkan puasa.”
(Arab: وقوله: عقب الفطر أي عقب ما يحصل به الفطر، لا قبله، ولا عنده)
Dengan demikian, waktu yang tepat untuk membaca doa berbuka adalah setelah seseorang benar-benar memulai berbuka, misalnya dengan air atau kurma, agar doa lebih sesuai sunnah dan memiliki keberkahan.
Bacaan Doa Saat Berbuka Puasa
Terdapat dua versi doa berbuka puasa yang diriwayatkan melalui hadis sahih, yang dapat dipilih sesuai sunnah Nabi Muhammad Saw.:
Baca Juga: Lemas Saat Puasa Ramadan? Simak Penyebab, Solusi, dan Menu Sahur Agar Energi Terjaga
- Doa Buka Puasa dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
Bacaan Arab:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Arab-Latin:
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, serta dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang.” - Doa Buka Puasa dari Hadis Riwayat Abu Dawud
Bacaan Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Arab-Latin:
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Melalui doa-doa ini, seorang muslim tidak hanya menunaikan sunnah, tetapi juga menegaskan rasa syukur dan menambah keberkahan puasa yang dijalankan sepanjang hari.
Membaca doa berbuka puasa dengan penuh kesadaran menjadi momen spiritual yang menghubungkan diri dengan Allah SWT secara langsung, sekaligus menegaskan bahwa segala nikmat dan kekuatan berasal dari-Nya. (ce2)











