RADARBEKASI.ID, BEKASI — Kondisi Jalan Caringin, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, kian mengkhawatirkan. Jalan rusak dan bergelombang sepanjang kurang lebih 200 meter itu telah dikeluhkan warga selama lebih dari tiga bulan terakhir.
Permukaan aspal yang tidak rata serta sejumlah titik yang amblas membuat pengendara, khususnya sepeda motor, harus ekstra hati-hati saat melintas. Kondisi tersebut bahkan disebut telah beberapa kali menyebabkan pengendara terjatuh.
Pantauan Radar Bekasi di lokasi, sejumlah lubang menganga dengan lebar bervariasi dan kedalaman sekitar 2 hingga 10 sentimeter. Tak hanya sepeda motor, mobil yang melintasi jalan itu pun terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari benturan pada bagian bawah kendaraan. Kendaraan berukuran besar juga tampak bergoyang saat melintas akibat permukaan jalan yang tidak rata.
Mahun (60), pemilik bengkel sepeda yang berada di sekitar lokasi, mengatakan kerusakan jalan sempat diperbaiki. Namun, perbaikan itu tidak bertahan lama.
“Sudah lebih dari tiga bulan rusak. Sempat dibenerin, tapi belum sampai satu minggu sudah rusak lagi,” ujar Mahun, Selasa (24/2).
Menurutnya, salahsatu penyebab kerusakan diduga karena drainase yang mampet sehingga air sering menggenang dan mempercepat kerusakan aspal.
“Sering motor jatuh, kemarin juga ada ibu-ibu yang terjatuh. Kalau tidak hati-hati bisa bahaya,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh agar kondisi jalan kembali aman dan tidak menambah korban.
“Harapannya cepat diperbaiki dengan benar, jangan tambal sulam lagi, supaya tidak ada korban jatuh,” tutupnya.
Sementara, Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Ridwan Muarief, mengatakan Jalan Caringin akan segera diperbaiki. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran perbaikan.
“Anggarannya kurang lebih Rp 3,5 miliar,” ujar Ridwan kepada wartawan.
Kondisi jalan ini juga telah mendapat perhatian Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Pada Minggu (22/2), ia meninjau langsung lokasi tersebut.
Tri menegaskan kerusakan jalan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, terlebih sudah berulang kali dilaporkan masyarakat.
“Kalau dibiarkan terus, ini bukan hanya soal jalan rusak, tapi soal keselamatan warga. Saya tidak ingin ada korban karena pembiaran,” tegas Tri, dikutip dari laman Pemkot Bekasi.
Ia juga secara khusus menyoroti kendaraan besar yang melintas di jalur tersebut. Menurutnya, salah satu faktor utama kerusakan jalan adalah kendaraan bertonase berat yang tidak sesuai dengan kelas jalan.
“Kita akan tindak tegas kendaraan besar yang memaksakan melintas di jalur ini. Jalan kota punya batas kemampuan. Kalau dilanggar terus, yang dirugikan masyarakat,” ujarnya. (rez)











