Berita Bekasi Nomor Satu

Sopir Truk Sampah Resah Dipungli Emak-emak di Sumur Batu Kota Bekasi

PUNGLI: Seorang emak-emak tampak melakukan pungli terhadap truk sampah yang melintas di Gang Lurah menuju TPA Sumur Batu. FOTO: AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah sopir truk sampah mengaku resah setiap kali melintas di Gang Lurah, tepatnya samping Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Di jalur menuju TPA Sumur Batu itu, mereka mengaku kerap dimintai uang oleh sekelompok emak-emak.

Praktik pungutan liar (pungli) itu, menurut sopir, sudah terjadi beberapa waktu lalu. Sebulan lalu, sopir diminta membayar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per truk. Kini, tarif disebut dipatok Rp5 ribu setiap kali melintas. Padahal, menurut pengakuan sopir, praktik itu sempat ditindak aparat kepolisian.

Para sopir mengaku terpaksa membayar agar bisa melanjutkan perjalanan menuju TPA dan menuntaskan tugas membuang muatan sampah. Mereka khawatir terjadi keributan atau perusakan kendaraan jika menolak.

“Jika tidak mau bayar tidak akan boleh melintas di gang tersebut. Diomelin bahkan kita juga digetok kaca spion maupun sopirnya,” ujar S, salahsatu sopir truk sampah yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (24/2).

Para sopir berharap pemerintah daerah dan kepolisian bertindak tegas agar praktik pungutan liar tersebut tidak terus berulang. Mereka menilai pungli itu tidak hanya memberatkan, tetapi juga membahayakan.

“Kita sih ingin pungli itu ditindak jangan terus dibiarkan. Karena sangat memberatkan para sopir dan membahayakan juga kalau tidak ngasih. Pak wali kota harus turun juga pihak kepolisian,” tandasnya. (pay)