RADARBEKASI.ID, BEKASI – Antusiasme warga terhadap bus Transjakarta rute B41 kian tinggi. Namun hal tersebut tak diiringi dengan pemenuhan fasilitas penunjangnya. Tengok saja nasib para penumpang di Komsen Jatiasih yang harus antre di tepi jalan raya tanpa halte. Mereka dibiarkan terpapar panas dan hujan.
Pantauan di lokasi, Selasa (24/2), calon penumpang mengular di pinggir jalan. Petugas berjaga memberi informasi kedatangan bus melalui pengeras suara. Namun fasilitas penunjang seperti halte permanen belum tersedia.
Diana (30), warga Jatiasih yang setiap hari bekerja ke Jakarta, mengaku rutin menggunakan rute B41 menuju Tanjung Priok hingga Kebayoran Baru. Ia memarkir motor di sekitar lokasi lalu melanjutkan perjalanan dengan bus.
“Pengennya ada halte supaya ada tempat duduk dan lebih nyaman. Kalau hujan, ya cari tempat berteduh seadanya,” ujarnya.
Setibanya di titik pemberhentian, penumpang langsung melakukan tapping e-money dan menunggu di tepi jalan yang padat kendaraan. Pada jam sibuk pagi hari, kondisi disebut semakin krodit dan berpotensi memicu kemacetan.
Ketua RW 10 Kelurahan Jatiasih, Wisnu Dwi Atmojo, menilai fasilitas yang ada belum sebanding dengan tingginya minat warga. Ia mengusulkan relokasi titik pemberhentian ke area yang lebih lengang, seperti taman sebelum pintu masuk Tol Jakarta-Cikampek.
“Ini penting untuk mengurai kemacetan sekaligus menyediakan fasilitas yang layak bagi penumpang,” katanya.
Menurutnya, pengurus lingkungan siap membantu mengusulkan relokasi kepada Dinas Perhubungan dan pihak Jasamarga agar penataan lebih optimal.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi memastikan pembangunan halte di kawasan Komsen menjadi prioritas. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bekasi, Soenaryo Utomo, mengatakan rencana pembangunan masih dalam tahap perencanaan anggaran.
“Dari sisi anggaran masih dalam proses perencanaan. Tapi ini menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Titik Komsen awalnya hanya dirancang sebagai bus stop sederhana saat diresmikan pada Mei 2025. Namun tingginya animo penumpang membuat kebutuhan halte permanen mendesak.
Dishub berencana memindahkan titik pemberhentian sekitar 900 meter ke depan Taman Jatiasih karena lokasi saat ini dinilai tidak memenuhi syarat untuk pembangunan halte permanen. Pembangunan juga diupayakan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD, melainkan menggandeng pihak swasta melalui program CSR.
Soenaryo menegaskan, selain Komsen, pembangunan halte di titik lain juga akan dipertimbangkan seiring meningkatnya pengguna transportasi massal di Kota Bekasi. (sur)











