Berita Bekasi Nomor Satu

Dualisme Kadin Kota Bekasi Berakhir

RAPAT: Para pengurus DPD Kadin Kota Bekasi sedang melakukan asistensi kesiapan kepanitian Mukota Kadin Kota Bekasi, Kamis (26/2) di kantor Kadin Jawa Barat.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi resmi berakhir. Dua kubu yang sempat berseberangan kini sepakat bersatu dan menatap Musyawarah Kota (Mukota) pada 27 April mendatang.

Kubu HM Gunawan dan Qadar Ruslan Siregar memastikan rekonsiliasi berjalan, membuka jalan bagi pemilihan Ketua Kadin Kota Bekasi periode 2026–2031 dalam satu forum bersama.

Ketua Organizing Committee (OC) Mukota, Aji Ali Sabana, menyatakan seluruh rangkaian pemilihan akan digelar dalam satu hari penuh sesuai aturan organisasi.

“Sesuai ketentuan, masa jabatan ketua dan pengurus lima tahun. Kami mengajak seluruh anggota dan asosiasi hadir pada 27 April 2026 untuk menyukseskan Mukota,” ujarnya, Kamis (26/2).

Selain agenda pemilihan, Mukota akan diisi seminar, diskusi, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra kerja, baik dari unsur pemerintah maupun swasta. Panitia dalam waktu dekat mulai membangun komunikasi lintas sektor guna memastikan agenda berjalan solid.

Aji menegaskan, mekanisme pendaftaran calon ketua dilakukan melalui panitia dengan syarat memiliki kartu anggota aktif.

HM Gunawan menyebut pelaksanaan Mukota telah dilaporkan ke Kadin Jawa Barat dan melalui proses asistensi. Ia menilai forum ini menjadi babak baru sinergi dunia usaha di Kota Bekasi.

“Proses pemilihan akan berlangsung demokratis sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Senada, Qadar Ruslan Siregar menyebut Mukota kali ini sebagai “Mukota Persatuan” karena menyatukan dua kepengurusan yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Dengan rekonsiliasi tersebut, ia memastikan tak ada lagi dualisme di tubuh Kadin Kota Bekasi.

“Siapa pun yang terpilih nanti harus membawa Kadin lebih aktif dan bermanfaat bagi anggota maupun lingkungan,” tandasnya.

Mukota 27 April nanti bukan sekadar pemilihan ketua. Ini menjadi penentu arah baru dunia usaha di Kota Bekasi setelah fase konflik yang sempat membelah organisasi.(sur)