RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Memasuki bulan Ramadan, pola konsumsi masyarakat biasanya mengalami peningkatan. Beragam kebutuhan mulai dari bahan pokok untuk sahur dan berbuka, suplemen kesehatan, perlengkapan ibadah, hingga busana Lebaran masuk dalam daftar belanja.
Di sisi lain, berbagai platform e-commerce turut menghadirkan promo besar-besaran yang kerap menggoda. Diskon, flash sale, hingga program payday sale membuat aktivitas belanja online semakin menarik.
Namun tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini bisa memicu perilaku konsumtif dan belanja impulsif. Padahal, nilai utama Ramadan justru menekankan pengendalian diri dan hidup lebih sederhana.
Agar pengeluaran tetap terkontrol dan tidak berujung pemborosan, melansir dari JawaPos.com, berikut beberapa strategi belanja online yang bisa diterapkan selama bulan suci.
1. Buat Wishlist Sesuai Skala Prioritas
Sebelum membuka aplikasi belanja, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menyusun daftar kebutuhan. Pisahkan mana yang benar-benar penting dan mana yang hanya sekadar keinginan.
Kebutuhan utama selama Ramadan umumnya mencakup:
- Stok bahan makanan untuk sahur dan berbuka
- Produk kesehatan atau vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh
- Perlengkapan ibadah
- Anggaran berbagi seperti zakat, infak, atau paket sembako
Dengan daftar prioritas yang jelas, Anda bisa lebih fokus dan tidak mudah tergoda promo besar yang sebenarnya tidak diperlukan.
2. Utamakan Kesehatan dan Kebutuhan Rumah Tangga
Perubahan pola makan dan waktu istirahat selama puasa membuat tubuh membutuhkan penyesuaian. Jika perlu, suplemen tambahan dapat dibeli untuk menunjang stamina. Namun pastikan pembelian tetap sesuai kebutuhan, bukan karena tergiur diskon.
Hal yang sama berlaku untuk bahan makanan. Hitung estimasi konsumsi keluarga agar tidak berlebihan dan berujung terbuang. Menghindari food waste merupakan bagian dari sikap bijak sekaligus sejalan dengan nilai kesederhanaan yang ditekankan selama Ramadan.
Baca Juga: Lemas Saat Puasa Ramadan? Simak Penyebab, Solusi, dan Menu Sahur Agar Energi Terjaga
3. Pisahkan Anggaran Khusus Ramadan dan Lebaran
Banyak orang lupa membedakan pengeluaran rutin bulanan dengan kebutuhan musiman saat Ramadan dan Idul Fitri. Sebaiknya, buat pos anggaran khusus untuk:
- Konsumsi sahur dan berbuka
- Biaya mudik (jika ada)
- Busana Lebaran
- Zakat dan sedekah
- Hampers atau bingkisan
Dengan batas anggaran yang jelas, Anda tetap bisa memanfaatkan promo tanpa khawatir kondisi keuangan terganggu setelah Lebaran.
4. Manfaatkan Promo dengan Bijak
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, berbagai e-commerce gencar menghadirkan kampanye diskon. Salah satunya program Pay Day yang juga digelar oleh Blibli.
Melansir dari JawaPos.com, Head of Campaign Blibli, Indra Perdana, menyebut kebutuhan pelanggan selama Ramadan cenderung lebih beragam dalam waktu bersamaan. Melalui program tersebut, pihaknya ingin memberikan pengalaman belanja yang praktis dan nyaman.
Meski demikian, konsumen tetap harus selektif. Promo hanya benar-benar menguntungkan jika:
- Barang sudah ada dalam wishlist
- Harga setelah diskon memang lebih kompetitif
- Produk memiliki ulasan dan reputasi yang baik
Diskon besar tidak selalu berarti hemat jika barang tersebut tidak benar-benar dibutuhkan.
5. Berbagi Secara Tepat dan Tidak Berlebihan
Ramadan identik dengan semangat berbagi. Kini, pembelian paket sembako atau hampers secara online menjadi solusi praktis. Namun agar tidak mubazir, pastikan isi paket sesuai kebutuhan penerima, hindari kemasan berlebihan, dan periksa tanggal kedaluwarsa produk.
Beberapa platform juga menyediakan fitur donasi atau pengumpulan pakaian layak pakai, yang bisa menjadi alternatif berbagi secara lebih berkelanjutan.
6. Pilih Busana Lebaran yang Multifungsi
Keinginan mengenakan pakaian baru saat Lebaran adalah hal yang wajar. Namun sebelum checkout, periksa kembali isi lemari Anda.
Pilih busana dengan model timeless, mudah dipadupadankan, dan bisa digunakan untuk berbagai kesempatan. Dengan begitu, Anda tetap tampil maksimal tanpa harus membeli secara berlebihan. (ce2)











