Berita Bekasi Nomor Satu

Flyover Bulak Kapal Sedot Anggaran Rp361 Miliar

PERLINTASAN BULAK KAPAL: Kereta rel listrik melintas di perlintasan sebidang Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Kawasan perlintasan ini menjadi salah satu titik kemacetan yang direncanakan akan diurai melalui pembangunan Flyover Bulak Kapal. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemkot Bekasi Proyek menargetkan pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur dapat terlaksana tahun ini. Sebab keberadaan jalan layang tersebut sangatlah mendesak untuk mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda hingga kawasan Bulak Kapal.

Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, flyover Bulak Kapal akan memiliki panjang trase sekitar 768 meter dan melintasi wilayah Kelurahan Duren Jaya, Aren Jaya, dan Margahayu.

Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan DBMSDA Kota Bekasi Ridwan Muarief mengatakan saat ini proyek masih dalam tahap pembebasan lahan.

“Adapun luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan proyek tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih 10.637 meter persegi,” ujar Ridwan.

Ia menjelaskan kebutuhan anggaran pengadaan lahan diperkirakan mencapai lebih dari Rp107 miliar, sementara biaya konstruksi mencapai sekitar Rp253 miliar.

“Untuk flyover Bulak Kapal anggaran fisiknya 256 M dari pemerintah provinsi Jawa Barat. Kalau Pemkot Bekasi menganggarkan pembebasan lahannya senilai 100 M an dari OPD Dinas Perkimtan,” ujar Ridwan.

Dengan demikian, total kebutuhan anggaran pembangunan Flyover Bulak Kapal diperkirakan mencapai lebih dari Rp361 miliar.

Ridwan menjelaskan proses pembebasan lahan saat ini masih berlangsung melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi dan ditargetkan mulai dibayarkan pada Mei 2026.

“Saat ini sedang tahap proses pembebasan lahan di BPN Kota Bekasi. Bulan Mei baru dilakukan pembayaran pembebasan lahan. Adapun pelaksanaan konstruksi direncanakan mulai pada Triwulan II 2026,” kata Ridwan.

Ia menambahkan pembangunan fisik flyover akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara bertahap melalui skema multiyears.

“Untuk pembangunan fisik fly over oleh provinsi tahun ini dianggarkan 20 M, dan dilanjut multiyears tahun depan. Nantinya desain melintasi Jl Joyomartono menuju Jalan Pahlawan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi mencatat sebanyak 73 kepala keluarga terdampak pembebasan lahan proyek Flyover Bulak Kapal.

Kepala Disperkimtan Kota Bekasi Widayat Subroto Hardi mengatakan lahan terdampak terdiri dari lahan milik warga serta prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU).

“Adapun 73 bidang tanah tersebut adalah milik warga, lahan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) dalam rangka pembangunan flyover Bulak Kapal,” ujar Widayat.

Secara rinci, lahan terdampak berada di Kelurahan Duren Jaya sebanyak 21 bidang tanah, Aren Jaya 17 bidang tanah, dan Margahayu 23 bidang tanah.

Saat ini Disperkimtan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi masih melakukan pengukuran lahan sebagai bagian dari proses pembebasan tanah.

“Pembebasan lahan tersebut dilakukan secara bertahap pada tahun ini,” ujarnya.

Setelah pengukuran selesai, penilaian harga tanah akan dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menentukan besaran ganti rugi kepada warga terdampak.

Pembangunan Flyover Bulak Kapal diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dari dan menuju pusat Kota Bekasi maupun arah Jakarta serta mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Bulak Kapal dan Jalan Ir. H. Juanda. (rez)