RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Dokumen tambahan dari proses persidangan antara HYBE Labels dan mantan eksekutifnya, Min Hee Jin, kembali menjadi sorotan publik. Seiring rincian baru terungkap, sejumlah netizen ramai membicarakan praktik internal industri K-pop, khususnya terkait distribusi dan penjualan album fisik.
Melaporkan dari Allkpop, salah satu poin dalam dokumen pengadilan menyebutkan diskusi internal mengenai metode “pembelian stok di muka” (pre-purchase).
Dalam kutipan dokumen tertanggal 4 Agustus 2023, disebutkan bahwa perombakan divisi dapat memengaruhi kemampuan membeli stok persediaan di muka.
Artinya, metode ini diduga kerap digunakan dalam operasional perusahaan untuk meningkatkan angka penjualan album, khususnya saat perhitungan chart penjualan.
Praktik pembelian di muka sendiri merujuk pada perusahaan yang membeli banyak album fisik terlebih dahulu, sebelum benar-benar dijual ke penggemar. Dengan cara ini, angka penjualan awal terlihat tinggi, meskipun sebagian album belum sampai ke tangan konsumen.
Dokumen lain yang bocor menampilkan daftar pencatatan stok awal dan angka pengembalian. Beberapa entri menunjukkan ratusan ribu kopi album dalam kategori “sedang diproses untuk dikembalikan”.
Baca Juga: Setelah 5 Tahun, Kim So Hyun dan Song Kang Siap Dipertemukan Kembali Dalam Drama White Scandal
Salah satu bagian yang paling menyita perhatian publik adalah data yang mengindikasikan total ratusan ribu unit album kemungkinan dikembalikan atau dibuang setelah sebelumnya dicatat sebagai stok awal. Hal ini memicu pertanyaan mengenai transparansi laporan penjualan dan validitas angka chart yang diumumkan.
Meski praktik pre-purchase bukan hal baru di industri musik Korea, dokumen persidangan ini menimbulkan perdebatan luas di kalangan penggemar dan netizen.
Banyak yang mempertanyakan apakah metode tersebut memberikan gambaran yang realistis terkait popularitas dan penjualan album, serta dampaknya terhadap kredibilitas chart resmi.
Hingga kini, pihak HYBE Labels belum mengeluarkan pernyataan resmi tambahan terkait rincian pencatatan yang ramai diperbincangkan publik. (ce2)











