Berita Bekasi Nomor Satu

Chiki Fawzi Bersiap Berangkat ke Gaza Lewat Jalur Laut Pada 12 April 2026

Potret Chikita Fawzi. Foto: Instagram

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap situasi kemanusiaan di Palestina. Putri dari musisi Ikang Fawzi ini mengumumkan rencananya untuk ikut dalam misi internasional menuju Gaza melalui jalur laut.

Dalam misi tersebut, Chiki akan bergabung dengan koalisi Global Summit Flotilla (GSF). Organisasi ini memiliki tujuan membuka koridor bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza dengan pendekatan pelayaran damai tanpa kekerasan.

Di Indonesia sendiri, gerakan ini dijalankan melalui jaringan Indonesia Global Peace Convoy, yang aktif menggalang dukungan serta relawan untuk misi kemanusiaan internasional.

Chiki menjelaskan bahwa pelayaran ini merupakan bentuk aksi damai yang bertujuan membawa bantuan serta membuka akses kemanusiaan bagi masyarakat Gaza.

Menurutnya, misi tersebut mengusung prinsip non-kekerasan. Para relawan akan berlayar dengan semangat solidaritas dan perdamaian.

“Tujuannya adalah membuka koridor kemanusiaan di Gaza melalui jalur laut. Ini benar-benar pelayaran tanpa kekerasan. With peace we sail,” ujar Chiki saat ditemui awak media, Rabu (4/3/2026).

Meski membawa misi kemanusiaan, perjalanan menuju wilayah konflik bukanlah hal mudah. Chiki mengakui bahwa pelayaran tersebut penuh risiko, terutama karena kondisi geopolitik global yang tidak menentu.

Ia bahkan mengenang pengalaman sebelumnya ketika puluhan relawan dari Indonesia sempat tertahan cukup lama di Tunisia. Saat itu, situasi di sekitar pelabuhan juga sempat menegangkan.

Chiki menceritakan bahwa pelabuhan Sidi Bou Said di Tunisia pernah menjadi target serangan drone yang disebut berasal dari pangkalan militer di Malta. Jarak antara kedua lokasi itu, menurutnya, sangat dekat—ia mengibaratkannya seperti jarak antara Jakarta dan Bandung.

Situasi seperti itu membuat tekanan internasional terhadap misi pelayaran kemanusiaan menjadi sangat besar.

“Setiap kali kami mencoba berlayar bersama, tekanan internasionalnya memang luar biasa. Apalagi kami berusaha menembus entitas seperti Israel, jadi tantangannya sangat banyak,” ungkapnya.

Meski menyadari berbagai risiko yang ada, Chiki tetap mantap untuk berpartisipasi dalam misi tersebut. Ia mengaku memiliki dorongan moral dan spiritual yang kuat untuk membantu rakyat Palestina.

Baca Juga: Fairuz A. Rafiq Terseret Perceraian Mawa–Insanul: Jangan Cari Kambing Hitam!

Menurutnya, situasi yang terjadi di Gaza tidak hanya menjadi isu politik, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang sangat serius.

“Hati saya ada di sana. Dari sisi keimanan, ini juga menjadi ujian akidah karena ada tanggung jawab untuk memperjuangkan Baitul Maqdis. Dari sisi kemanusiaan, apa yang terjadi di sana sudah jauh dari nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya dengan penuh emosi.

Rencana pelayaran berikutnya saat ini tengah dipersiapkan secara intensif oleh para relawan dan organisasi yang terlibat. Misi tersebut dijadwalkan akan berangkat pada 12 April 2026.

Koordinasi dengan berbagai pihak internasional terus dilakukan untuk memastikan strategi perjalanan dan distribusi bantuan dapat berjalan dengan aman dan efektif.

Gerakan ini dipimpin oleh akademisi Uni Maimun dari Universitas Padjadjaran, yang saat ini aktif menggalang dukungan dari berbagai negara.

Chiki berharap seluruh persiapan yang dilakukan di wilayah Tunisia hingga Afrika dapat berjalan lancar sehingga misi kemanusiaan tersebut bisa terlaksana dengan baik dan memberikan bantuan nyata bagi masyarakat Gaza. (ce2)