Berita Bekasi Nomor Satu

Tanggul Kali Bekasi Masih Bolong di Sejumlah Titik, Pengendalian Banjir Tidak Maksimal

Kondisi tanggul yang masih berupa tanah di bantaran Kali Bekasi, Kamis (5/3). FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tanggul di sepanjang Kali Bekasi masih ditemukan bolong di sejumlah titik. Kondisi ini membuat fungsi pengendalian banjir di wilayah bantaran sungai tidak berjalan maksimal.

Temuan tersebut terungkap dalam kegiatan susur Kali Bekasi, Kamis (5/3). Kegiatan ini diikuti Komisi II DPRD Kota Bekasi, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), serta perwakilan masyarakat di bantaran Kali Bekasi.

Kegiatan susur sungai dimulai dari Pos Pantau KP2C, kemudian bergerak menuju kawasan PGP, dilanjutkan ke Kemang Ivy Graha, Pondok Mitra Lestari, melintasi Kemang Pratama, hingga berakhir di Delta Pekayon.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan menemukan sejumlah titik permasalahan pada tanggul dan pintu air. Di antaranya tanggul growong sepanjang sekitar 100 meter di RT 05 RW 09 Perumahan PGP.

Kemudian di wilayah RT 06 dan RT 09 RW 07 Aren Jaya ditemukan tanggul yang belum tersambung sepanjang 219 meter. Di RT 01 dan RT 02 RW 07 Aren Jaya juga terdapat growong di bawah tanggul lama.

Di Kampung Lebak RW 05 Jatirasa, pintu air diketahui bocor dan masih menggunakan model katup lama. Sementara di bawah Gedung Girsang, Kampung Lebak RW 05 Jatirasa, ditemukan pintu air growong yang berada di bawah bangunan tersebut.

Adapun di gerbang utama Pondok Mitra Lestari (PML) RW 05, tanggul tercatat belum tersambung sepanjang sekitar 497 meter.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, menyampaikan normalisasi Kali Bekasi sebenarnya telah dilakukan pemerintah dari titik nol, yakni pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas hingga Bendung Bekasi. Proyek tersebut mencakup panjang sekitar 11,5 kilometer dengan anggaran kurang lebih Rp380 miliar.

Namun menurutnya, fungsi pengendalian banjir belum sepenuhnya optimal karena masih ada sejumlah tanggul yang belum tersambung di beberapa titik.

“Tapi ibarat kapal pesiar, sebagaimanapun bagusnya, kalau masih ada yang bolong di beberapa titik tidak berfungsi dengan baik,” ujar Puarman.

Menurut Puarman, kendala utama penyambungan tanggul berkaitan dengan persoalan penyiapan lahan.

“Permasalahannya sepertinya dari penyiapan lahan. Ini PR ke depan untuk Kali Bekasi,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menegaskan, kegiatan susur sungai ini dilakukan untuk memetakan sejumlah titik yang masih menjadi pekerjaan rumah dalam upaya pengendalian banjir di sepanjang aliran Kali Bekasi.

“Ini merupakan followup dari kami Komisi II beberapa waktu lalu, yang melibatkan BBWSCC, KP2C, bersama Dinas DBMSDA, BPN dan warga, sehingga harapan kita bisa duduk bersama agar permasalahan banjir ini dapat teratasi,” ujar Latu.

Ia menambahkan, DPRD Kota Bekasi siap memberikan dukungan, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran, untuk mempercepat penanganan persoalan banjir di wilayah tersebut.

“DPRD juga akan support, baik itu dari sisi anggaran maupun kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah Kota Bekasi. Karena ini menyangkut penyelesaian permasalahan banjir yang juga diharapkan oleh warga terdampak yang dilewati oleh Kali Bekasi,” pungkasnya. (cr1)