Berita Bekasi Nomor Satu

Annisa Hadiyanti Sebut IP Nussa Dijual Mantan Suami Rp60 Miliar Tanpa Sepengetahuannya

Annisa Hadiyanti Ungkap Pengkhianatan dan Perceraian. Foto: Tangkap Layar/YouTube

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Annisa Hadiyanti akhirnya angkat bicara mengenai keretakan rumah tangganya dengan Aditya Triantoro, pendiri serial animasi Nussa Rara. 

Dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube milik Dilan Janiyar, Annisa mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui secara jelas adanya perselingkuhan sang suami pada tahun 2018, yang kemudian menjadi titik awal runtuhnya pernikahan mereka.

Annisa menceritakan bahwa kecurigaannya bermula ketika Aditya tiba-tiba meminta bercerai. Permintaan tersebut datang tanpa tanda-tanda sebelumnya, sehingga membuatnya sangat terkejut dan kebingungan.

“Kalau yang benar-benar ke-blow up banget, maksudnya yang saya benar-benar tahu itu 2018,” ujar Annisa dalam kanal YouTube C8 Podcast, dikutip Jumat (6/3).

Setelah permintaan cerai itu muncul, Annisa mulai menemukan berbagai fakta yang sebelumnya tidak ia ketahui. Dari situ, ia menyadari bahwa hubungan terlarang sang suami ternyata sudah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya.

Ia menyebut bahwa berdasarkan berbagai jejak yang terungkap, perselingkuhan tersebut diduga telah terjadi sejak 2016 hingga 2017. Fakta-fakta itu perlahan terbuka setelah dirinya mencoba mencari tahu alasan di balik permintaan cerai yang tiba-tiba datang.

“2018 itu lah yang bikin saya kayak ada apa nih, kok tiba-tiba mantan tuh minta divorce. Saya bingung kan, nggak ada angin, nggak ada hujan, nggak ada apa-apa. Dia nggak ngerti apa-apa sama sekali,” tuturnya.

“Baru itu ketahuan 2018 karena dia minta divorce itu kan. Terus Allah tunjukin tuh, sama Allah dibuka semuanya. Ternyata ada lagi track-tracknya gitu, ternyata udah dari 2016,2017 deh ada (perselingkuhan),” sambungnya.

Baca Juga: Di Balik Sukses Nussa Rara, Muncul Isu Perselingkuhan! Sosok Aditya Triantoro Disorot

Kebenaran tersebut semakin jelas ketika Annisa mengaku pernah memergoki Aditya sedang check-in di sebuah hotel bersama perempuan lain. Ia bahkan menyebut terdapat bukti rekaman kamera pengawas yang memperkuat kejadian tersebut.

“Ke-revealnya itu waktu itu sampai saya ngegepin dia check-in, ada bukti CCTV nya. Tapi lucu ya, Allah tuh bukanya kayak kasih insting aja,” ungkapnya.

Menurut Annisa, momen itu menjadi titik paling menyakitkan sekaligus membuka seluruh kenyataan yang selama ini tersembunyi. Ia juga merasa bahwa kejadian tersebut seperti bentuk petunjuk yang akhirnya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik rumah tangganya.

Tidak mampu menahan rasa sakit hati akibat pengkhianatan tersebut, Annisa akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Aditya. Keputusan itu diambil meskipun pada saat yang hampir bersamaan, proyek animasi Nussa tengah berada pada momentum penting.

Ia mengungkapkan bahwa pada November 2018, teaser pertama serial animasi Nussa baru saja dirilis dan mendapat sambutan besar dari publik. Namun situasi itu tidak membuatnya mengurungkan niat untuk berpisah.

Setelah perceraian terjadi, Annisa juga mengaku mengalami kejadian lain yang tidak kalah mengejutkan. Ia menyebut dirinya diberhentikan dari perusahaan yang sebelumnya mereka bangun bersama. Pemecatan tersebut, menurutnya, dilakukan secara sepihak tanpa penjelasan yang jelas.

Tidak hanya itu, Annisa juga mengungkap bahwa hak kekayaan intelektual (IP) Nussa Rara diduga telah dijual oleh Aditya kepada pihak lain tanpa sepengetahuannya. Ia menyebut kabar yang ia dengar menyatakan nilai transaksi penjualan tersebut mencapai sekitar 4 juta dolar Amerika Serikat.

“Udah dibayar katanya sama production house yang lain itu, intinya udah bagi-bagi lah mereka,” kata Annisa. 

“Sebenarnya ada selentingan ya, kalau exactnya saya nggak bisa lihat yang ada di paper, yang saya dengar sih 4 juta USD,” lanjutnya.

Baca Juga: Wardatina Mawa Ikhlas Insanul Fahmi dengan Inara Rusli, Tak Mau yang Bekas-bekas!

Meski demikian, Annisa mengaku tidak mengetahui secara pasti detail transaksi tersebut karena tidak memiliki akses terhadap dokumen resmi. Informasi mengenai nilai penjualan itu hanya ia dengar dari berbagai sumber yang menyebut angka tersebut.

Yang paling mengecewakan bagi Annisa adalah dirinya mengaku tidak menerima bagian apa pun dari hasil penjualan IP tersebut. (ce2)